lintaswarta.co.id – Stadion Monumental di Buenos Aires menjadi saksi bisu sebuah akhir era yang penuh emosi. Dalam atmosfer yang mencekam sekaligus mengharukan, Timnas Argentina menutup perjalanan panjang sang legenda, Lionel Messi, dengan kemenangan telak 3-0 atas Benin. Pertandingan ini bukan sekadar laga internasional biasa, melainkan sebuah seremoni perpisahan bagi sang kapten yang telah memberikan segalanya untuk Albiceleste.
Laga ini menandai penampilan ke-208 sekaligus laga terakhir Messi mengenakan seragam kebanggaan Argentina. Di hadapan sekitar 85.000 pasang mata yang memadati stadion, Messi tampil sejak menit pertama, mencoba memberikan kado manis bagi para penggemarnya. Namun, suasana haru sudah terasa bahkan sebelum peluit pertama dibunyikan.
Ketegangan sempat terjadi saat pertandingan mengalami penundaan selama 30 menit. Namun, momen paling menyentuh terjadi saat seremoni pertukaran panji, di mana kapten Benin, Sessi D’Almeida, menyerahkan trofi dan surat kepada Messi sebagai bentuk penghormatan. Saat lagu kebangsaan Argentina berkumandang, seluruh stadion seakan terdiam dalam rasa hormat. Pelatih Argentina, Lionel Scaloni, bahkan tidak mampu membendung air mata saat memberikan penghormatan terakhir kepada pemain terbaik sepanjang masa tersebut.

Related Post
Di atas lapangan, Argentina langsung mengambil kendali permainan. Meski demikian, Benin sempat memberikan perlawanan sengit. Pada menit ke-18, Aiyegun Tosin hampir saja mengejutkan gawang Argentina. Messi sendiri sempat beberapa kali gagal mengonversi peluang emas, termasuk tendangan bebasnya pada menit ke-26 yang berhasil ditepis kiper lawan, serta tendangan voli pada menit ke-33 yang belum membuahkan hasil.
Kebuntuan baru pecah pada babak kedua, tepatnya menit ke-49. Melalui skema sepak pojok yang dieksekusi dengan apik oleh Messi, Nicolas Otamendi berhasil menyambar bola dengan tendangan voli keras yang merobek jala Benin. Gol ini terasa sangat emosional karena menjadi momen terakhir Otamendi bermain untuk tim nasional sebelum ia memutuskan pensiun. Bek veteran itu pun mendapat standing ovation saat ditarik keluar pada menit ke-52.
Dominasi Argentina berlanjut pada menit ke-62 melalui aksi Nico Paz. Pemain berbakat dari Como tersebut menerima umpan matang dari Messi, lalu melepaskan tembakan melengkung kaki kiri yang indah ke sudut jauh gawang. Puncak dari malam tersebut terjadi pada menit ke-72, saat Messi sendiri yang mencetak gol melalui titik putih setelah Agustin Giay dilanggar di kotak penalti.
Gol penalti tersebut menjadi gol ke-126 Messi untuk Argentina. Meski sempat membentur tiang pada menit ke-89, kemenangan 3-0 ini sudah cukup untuk menutup perjalanan karier internasional Messi dengan catatan yang sangat indah. Malam itu, Buenos Aires tidak hanya merayakan kemenangan, tetapi juga merayakan warisan abadi seorang Lionel Messi.









Tinggalkan komentar