Arab Saudi Tolak Bantuan Militer Israel

Harimurti

Arab Saudi Tolak Bantuan Militer Israel

lintaswarta.co.id – Langkah diplomasi dan keamanan di Timur Tengah kembali memanas menyusul keputusan tegas yang diambil oleh Kerajaan Arab Saudi. Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MBS), dilaporkan secara resmi menolak tawaran bantuan militer dari Israel. Tawaran tersebut diajukan oleh pihak Israel dengan tujuan untuk membentuk aliansi militer guna memerangi kelompok Houthi yang terus melancarkan serangan di wilayah Yaman dan sekitarnya.

Upaya Israel untuk merangkul Riyadh ini kabarnya telah dilakukan melalui jalur mediasi Amerika Serikat (AS). Israel berharap, kolaborasi militer ini tidak hanya sekadar strategi pertahanan, tetapi juga menjadi pintu pembuka bagi normalisasi hubungan bilateral antara kedua negara yang selama ini tidak memiliki hubungan diplomatik resmi. Namun, bagi Riyadh, kerja sama militer dengan Israel merupakan isu yang sangat sensitif.

Arab Saudi Tolak Bantuan Militer Israel
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Berdasarkan laporan yang dihimpun dari berbagai sumber diplomatik, penolakan MBS didasari oleh kekhawatiran mendalam terhadap stabilitas domestik. Pemerintah Arab Saudi menyadari bahwa menjalin kerja sama militer dengan Israel dapat memicu gelombang reaksi negatif dan kemarahan dari masyarakat Arab Saudi sendiri. Sentimen publik terhadap isu Palestina masih menjadi faktor krusial dalam kebijakan luar negeri kerajaan tersebut.

COLLABMEDIANET

Hingga saat ini, Arab Saudi tetap pada pendiriannya bahwa normalisasi hubungan dengan Israel hanya dapat terwujud jika persoalan kemerdekaan Palestina telah terselesaikan, termasuk pembentukan negara Palestina yang berdaulat.

Situasi ini menjadi sangat krusial mengingat intensitas serangan kelompok Houthi terhadap wilayah Arab Saudi tengah meningkat tajam. Serangan-serangan tersebut menyasar infrastruktur vital, termasuk bandara, yang telah memakan korban jiwa dan mengganggu stabilitas penerbangan internasional.

Salah satu insiden paling mematikan terjadi di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh. Serangan yang terjadi pada hari Sabtu lalu dilaporkan menewaskan 13 orang dan menyebabkan lebih dari 300 orang mengalami luka-luka. Tak berhenti di situ, bandara yang sama kembali menjadi sasaran serangan pada hari berikutnya. Berdasarkan data dari Otoritas Umum Penerbangan Sipil Arab Saudi, serangan kedua tersebut menewaskan seorang warga negara Pakistan dan melukai 11 orang lainnya.

Meningkatnya eskalasi serangan ini mengakhawatirkan, mengingat sebelumnya wilayah tersebut sempat mengalami periode tenang setelah adanya gencatan senjata yang dimediasi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada April 2022.

Konflik di Yaman sendiri telah berkepanjangan sejak September 2014, dipicu oleh penguasaan kelompok Houthi atas ibu kota Sanaa dan beberapa provinsi lainnya. Sejak Maret 2015, koalisi militer yang dipimpin oleh Arab Saudi telah melakukan intervensi militer untuk mendukung pemerintahan Yaman yang diakui secara internasional, namun konflik ini terus bergulir dan menciptakan ketidakpastian keamanan di kawasan tersebut.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar