Bitcoin Bangkit Kilat! Miliaran Dolar Terancam?

Harimurti

Bitcoin Bangkit Kilat! Miliaran Dolar Terancam?

Lintaswarta.co.id – Pasar aset kripto menutup pekan yang penuh gejolak dengan stabilitas yang mengesankan, namun menyisakan pertanyaan besar tentang keberlanjutannya. Setelah dihantam aksi jual panik pada Jumat lalu yang menyeret harga Bitcoin (BTC) ke titik terendah dalam 15 bulan terakhir, pasar menunjukkan pemulihan berbentuk ‘V’ yang mengejutkan. Pada Minggu (08/02/2026), volatilitas mulai mereda, namun fokus utama kini beralih pada potensi kerugian besar pemegang korporasi terbesar serta perubahan drastis dalam peta strategi investasi menyusul tercapainya target harga teknikal yang jauh lebih cepat dari jadwal semula.

Bitcoin dan Ethereum Berjuang Membangun Fondasi

Bitcoin Bangkit Kilat! Miliaran Dolar Terancam?
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Berdasarkan data perdagangan terkini, Bitcoin (BTC) kini diperdagangkan di kisaran US$69.026, dengan kenaikan harian tipis +0,14%. Meski berhasil bangkit dari tekanan jual hebat di level US$60.000-an, aset digital terbesar ini masih mencatat penurunan mingguan -12,54%. Situasi serupa menimpa Ethereum (ETH), yang berjuang di level US$2.079 (+0,08% harian), namun anjlok -15,46% secara mingguan. Kedua raksasa kripto ini tampak berupaya keras membangun fondasi harga baru setelah guncangan likuiditas masif yang terjadi akhir pekan lalu.

COLLABMEDIANET

Altcoin: Tekanan Masih Menyelimuti Solana dan HYPE

Di segmen altcoin, pergerakan harga terpantau bervariasi. Aset-aset berkapitalisasi besar seperti BNB dan XRP masih terperosok di zona merah mingguan dengan penurunan dua digit, masing-masing diperdagangkan di US$646 dan US$1,41. Solana (SOL) juga belum mampu keluar dari tren bearish, bertahan di US$87,16. Sementara itu, Hyperliquid (HYPE), yang sempat menjadi primadona anomali saat pasar jatuh, kini mengalami koreksi wajar -2,99% ke US$31,25. Penurunan ini mengindikasikan adanya aksi ambil untung dari para pedagang ritel yang mulai merotasi modal mereka kembali ke aset-aset utama seiring meredanya kepanikan pasar.

Rapor Merah Michael Saylor: Kerugian US$5 Miliar Belum Terealisasi

Sorotan tajam kini tertuju pada portofolio MicroStrategy. Dengan harga Bitcoin yang tertahan di sekitar US$69.000, posisi investasi Michael Saylor, salah satu pendukung Bitcoin paling vokal, secara resmi berada dalam kerugian yang signifikan. Mengingat harga rata-rata pembelian MicroStrategy di US$76.052, Saylor kini menanggung kerugian belum terealisasi (unrealized loss) sekitar -9,28%, atau setara dengan angka fantastis US$5,04 Miliar. Kondisi ini tentunya membebani psikologi pasar. Jika harga Bitcoin terus terkoreksi lebih dalam, risiko tekanan jual atau manuver defensif dari institusi besar seperti MicroStrategy akan semakin meningkat, yang pada akhirnya dapat memicu sentimen negatif tambahan.

Skenario Q2 Tuntas dalam Hitungan Jam

Volatilitas ekstrem yang terjadi akhir pekan lalu menciptakan anomali menarik dalam proyeksi teknikal. Skenario pasar yang telah dibuat sebelumnya memprediksi bahwa setelah Bitcoin menyentuh area beli ideal di kisaran US$59.000 – US$62.000, aset ini akan membutuhkan waktu konsolidasi hingga Kuartal II (Q2) 2026 untuk kembali menyentuh target jual di area US$69.500 – US$72.500. Namun, kenyataan pasar bergerak jauh lebih agresif dan dinamis. Penurunan tajam ke level terendah US$60.008 pada hari Jumat langsung diikuti pantulan kuat hingga menyentuh level tertinggi US$71.701 pada hari Sabtu. Artinya, siklus rebound yang diproyeksikan akan memakan waktu berbulan-bulan, tuntas (hit target) hanya dalam waktu kurang dari 48 jam. Kecepatan pergerakan ini menandakan likuiditas pasar yang sangat reaktif, namun di sisi lain juga menunjukkan kerapuhan struktur harga jangka pendek yang tetap perlu diwaspadai.

Outlook: Rebound Sesaat, Waspada Tren Bearish Lanjutan

Mengingat target rebound teknikal sudah tercapai jauh lebih cepat dari perkiraan, prospek pasar ke depan cenderung berhati-hati. Kenaikan harga ke level US$71.000 kemarin kemungkinan besar hanyalah technical rebound sesaat, respons alami pasar terhadap koreksi yang sudah terlalu dalam (oversold). Oleh karena itu, strategi "Wait and See" sangat dianjurkan. Bagi trader dengan toleransi risiko tinggi, ini bisa menjadi momentum untuk mulai membangun posisi short kecil tanpa leverage, dengan ekspektasi bahwa pasar masih akan melanjutkan tren bearishnya dalam jangka menengah.

Namun, penting untuk diingat bahwa upaya untuk ‘timing the market’ seringkali tidak berhasil. Pembelian secara berkala (Dollar Cost Averaging/DCA) di Bitcoin tetap direkomendasikan, mengingat Fear and Greed Index sudah berada di level terendah sejak insiden FTX yang menimpa pasar pada siklus sebelumnya, demikian juga dengan Rainbow Chart Bitcoin yang sudah berada di level terendahnya. Investor perlu bersiap menghadapi potensi koreksi lanjutan menuju ‘cycle bottom’ yang diproyeksikan baru akan terjadi pada Kuartal III atau IV tahun 2026, apabila menggunakan data historis siklus empat tahunan pasar kripto.


Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan Lintaswarta.co.id Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

Lintaswarta.co.id Research

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar