lintaswarta.co.id – Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali menunjukkan geliatnya dengan dua kali erupsi pada Selasa (1/9) pagi. Dalam rentang waktu kurang dari tiga jam, gunung api ini memuntahkan kolom abu tebal yang mencapai ketinggian ratusan meter, bergerak condong ke arah barat.
Menurut keterangan resmi dari Yeremias Kristianto, Petugas Pos Pemantau Gunung Ili Lewotolok, erupsi pertama terjadi pada pukul 07.50 WITA. Letusan ini menghasilkan kolom abu setinggi sekitar 500 meter di atas puncak, atau setara 1.923 meter di atas permukaan laut. Kolom abu yang berwarna kelabu pekat tersebut teramati bergerak ke arah barat. Data seismograf mencatat kejadian ini dengan amplitudo maksimum 40 mm dan durasi 56 detik.
Hanya berselang beberapa jam, tepatnya pukul 10.31 WITA, Gunung Ili Lewotolok kembali memuntahkan material vulkanik. Erupsi kedua ini tercatat lebih kuat, dengan kolom abu mencapai sekitar 700 meter di atas puncak atau 2.123 meter di atas permukaan laut. Sama seperti sebelumnya, kolom abu tebal berwarna kelabu ini juga condong ke arah barat. Meskipun amplitudo seismograf tetap 40 mm, durasi letusan kedua ini lebih panjang, mencapai 103 detik.

Related Post
Menyikapi peningkatan aktivitas vulkanik ini, pihak pengamat dan Pemerintah Kabupaten Lembata segera mengeluarkan imbauan keselamatan yang ketat. Masyarakat sekitar, pengunjung, pendaki, dan wisatawan dilarang keras mendekat atau beraktivitas dalam radius 2 kilometer dari puncak kawah. Larangan ini diperluas hingga 3 kilometer untuk sektor selatan dan tenggara gunung.
Warga juga diingatkan untuk selalu waspada terhadap potensi bahaya sekunder seperti guguran lava, longsoran material vulkanik, dan awan panas yang berpotensi mengancam area di sektor selatan, tenggara, barat, hingga timur laut. Untuk melindungi kesehatan, penggunaan masker pelindung pernapasan, pelindung mata, dan kulit sangat dianjurkan guna menghindari gangguan ISPA serta iritasi akibat paparan abu vulkanik. Penting pula untuk memastikan penampungan air bersih tertutup rapat agar tidak terkontaminasi abu.
Seluruh elemen masyarakat dan pihak terkait diminta untuk senantiasa berkoordinasi aktif dengan Pos Pengamatan Gunung Ili Lewotolok yang berlokasi di Desa Laranwutun, Kecamatan Ile Ape, guna mendapatkan informasi terkini mengenai perkembangan aktivitas gunung.







Tinggalkan komentar