Dana Syariah Indonesia: Siapa Dalang Dibalik Rp 1 Triliun Macet?

Harimurti

Dana Syariah Indonesia: Siapa Dalang Dibalik Rp 1 Triliun Macet?

Lintaswarta.co.id, Jakarta – Ribuan pemberi pinjaman (lender) PT Dana Syariah Indonesia (DSI) kini gigit jari. Dana mereka tak bisa ditarik, memicu pertanyaan besar: siapa sebenarnya sosok di balik perusahaan fintech P2P lending yang tengah bermasalah ini?

Terungkap, total dana lender yang macet mencapai angka fantastis, Rp 1 triliun per 18 November 2025. Data ini dihimpun dari 3.312 lender yang tergabung dalam Paguyuban Lender DSI. Mereka mengeluhkan kesulitan menarik dana dan terhentinya imbal hasil sejak 6 Oktober 2025. Kecurigaan akan adanya salah urus (mismanagement) pun menguat, diperparah dengan minimnya transparansi dari pihak perusahaan.

Dana Syariah Indonesia: Siapa Dalang Dibalik Rp 1 Triliun Macet?
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Manajemen DSI berjanji akan mengembalikan dana yang macet dalam waktu satu tahun sejak penandatanganan kesepakatan pada 18 November 2025. Janji ini akan menjadi tolok ukur evaluasi kemajuan penyelesaian masalah. DSI juga menyatakan kesediaannya untuk berkoordinasi rutin dengan Paguyuban Lender melalui pertemuan daring. Laporan perkembangan pengembalian dana akan disampaikan minimal seminggu sekali.

COLLABMEDIANET

Lantas, siapa sebenarnya sosok kunci di balik Dana Syariah Indonesia?

Taufiq Aljufri, tercatat sebagai Founder dan President Director perusahaan. Ia mengklaim memiliki pengalaman manajerial lebih dari 20 tahun sebagai CEO dan direktur di berbagai perusahaan. Ia juga pernah meraih penghargaan sebagai pengusaha terbaik pada tahun 2006 dan 2007. Selain itu, Taufiq juga berprofesi sebagai pengajar di sekolah bisnis dan telah menjadi pengembang perumahan selama 10 tahun. Dalam beberapa tahun terakhir, ia aktif di komunitas pengembang properti syariah dan mendirikan fintech P2P Danasyariah.id.

Selain Taufiq, ada nama Arie Rizal Lesmana sebagai co-founder dan Mery Yuniarni sebagai pemegang saham.

Taufiq Aljufri mengklaim bahwa pendirian Dana Syariah pada tahun 2018 bertujuan untuk memeriahkan pasar keuangan syariah. Selama 7,5 tahun beroperasi, perusahaan telah melayani lebih dari 40 ribu lender, di mana lebih dari 26 ribu lender dananya telah kembali beserta imbal hasilnya.

Hingga November 2025, DSI mencatat tingkat kredit macet (TWP 90) sebesar 0,18% dengan total aset mencapai Rp131,69 miliar.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar