Dompet Menjerit! HP China Bakal Lebih Mahal?

Harimurti

Dompet Menjerit! HP China Bakal Lebih Mahal?

Lintaswarta.co.id – Bersiaplah, para penggemar gadget! Harga smartphone asal China, termasuk merek-merek populer seperti Xiaomi, diperkirakan akan mengalami kenaikan signifikan dalam waktu dekat. Pemicunya adalah lonjakan harga chip memori yang menjadi komponen vital dalam perangkat tersebut.

Raksasa teknologi Xiaomi telah memberikan sinyalemen bahwa biaya produksi smartphone akan semakin membengkak di tahun 2025 akibat meroketnya harga chip memori global. Presiden Xiaomi, Lu Weibing, bahkan menyebutkan bahwa tekanan biaya ini akan jauh lebih berat dibandingkan tahun ini.

Dompet Menjerit! HP China Bakal Lebih Mahal?
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Kenaikan harga chip memori dipicu oleh tingginya permintaan untuk kebutuhan server kecerdasan buatan (AI). Perusahaan-perusahaan di seluruh dunia berlomba-lomba membangun pusat data baru, sehingga permintaan chip untuk AI melonjak drastis. Di sisi lain, produsen chip seperti Samsung mengalihkan kapasitas produksi ke chip HBM yang lebih canggih, menyebabkan pasokan chip untuk smartphone menurun.

COLLABMEDIANET

Lintaswarta.co.id – Xiaomi sendiri sudah merasakan dampak dari kenaikan harga chip ini. Model terbaru mereka, Redmi K90, sempat dikeluhkan konsumen karena dianggap terlalu mahal. Meski demikian, pada kuartal ketiga, Xiaomi berhasil mengirimkan 43,3 juta unit ponsel secara global, naik tipis 0,5% secara tahunan.

Di tengah tekanan biaya produksi, kinerja keuangan Xiaomi tetap menunjukkan hasil positif. Pendapatan kuartal ketiga melonjak 22,3% menjadi 113,1 miliar yuan. Bisnis kendaraan listrik (EV) dan AI turut memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan pendapatan, mencapai 25% dari total.

Lintaswarta.co.id – Meskipun demikian, saham Xiaomi di Hong Kong sempat melemah 2,81% setelah laporan tersebut dirilis. Namun, secara keseluruhan, nilai saham Xiaomi masih naik 18,2% sejak awal tahun. Laba bersih yang disesuaikan juga melonjak 80,9% secara tahunan menjadi 11,3 miliar yuan pada kuartal ketiga, melampaui estimasi rata-rata.

Sebagai produsen ponsel pintar terbesar ketiga di dunia, Xiaomi terus melakukan ekspansi ke bisnis EV. Pendapatan dari bisnis EV mencapai 28,3 miliar yuan pada kuartal September, menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dari kuartal-kuartal sebelumnya.

Lintaswarta.co.id – Dengan kondisi pasar yang dinamis dan tekanan biaya produksi yang meningkat, para konsumen perlu bersiap menghadapi kemungkinan kenaikan harga smartphone di masa mendatang.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar