lintaswarta.co.id – Jagat media sosial dihebohkan oleh sebuah video berdurasi 43 detik yang menampilkan gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Cigobang di Kecamatan Pasaleman, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, seolah-olah berdiri tepat di tengah area pemakaman umum. Rekaman yang viral ini memicu berbagai spekulasi dan pertanyaan dari warganet, menciptakan kebingungan di kalangan publik.
Dalam video yang beredar luas di platform TikTok, terlihat sebuah jalan setapak menyusuri sela-sela kuburan, mengarahkan pandangan langsung ke bangunan koperasi. Suara seorang perempuan dalam rekaman tersebut turut menambahkan narasi kehebohan, "Duh apa ini Kopdes. Kopdes ada di kuburan guys," yang semakin memperkuat persepsi publik bahwa koperasi tersebut berlokasi di dalam kompleks pemakaman.
Menanggapi polemik yang berkembang pesat, Kepala Desa (Kuwu) Cigobang, M. Abdul Zei, segera memberikan klarifikasi. Ia menegaskan bahwa bangunan KDMP berdiri di atas lahan milik desa yang terpisah dan tidak berada di dalam area pemakaman. "Akses utama masuk ke KDMP Desa Cigobang lewat pemakaman itu salah besar. Lokasinya pun tidak ada di dalam area pemakaman," ujar Abdul Zei dalam keterangannya.

Related Post
Abdul Zei menjelaskan bahwa jalan setapak di area pemakaman yang terekam dalam video memang nyata dan dapat dilintasi, namun statusnya hanyalah jalur alternatif. Jalur sempit tersebut biasanya digunakan oleh warga serta pelajar dengan sepeda maupun sepeda motor, terutama karena berdekatan dengan sekolah. Ia menambahkan, jalur tersebut tidak dapat dilalui kendaraan roda empat.
Lebih lanjut, Abdul Zei memaparkan bahwa akses utama menuju KDMP Cigobang berada di sisi barat bangunan. Jalur ini berukuran jauh lebih lebar dan berfungsi sebagai akses operasional utama koperasi sekaligus penghubung ke kawasan pertanian warga.
Terkait jarak bangunan yang berdampingan dengan pemakaman, pihak desa tidak menampiknya. Namun, Abdul Zei menekankan bahwa penentuan lokasi telah melalui prosedur musyawarah resmi dan disepakati bersama antara pemerintah desa serta pengurus koperasi. Lokasi tersebut dinilai strategis dan memudahkan mobilitas masyarakat desa, menjadikannya pilihan yang efisien dan tidak menyulitkan warga.







Tinggalkan komentar