Gebrak Meja! Israel Akui Somaliland, Somalia Murka!

Harimurti

Gebrak Meja! Israel Akui Somaliland, Somalia Murka!

Lintaswarta.co.id – Sebuah langkah diplomatik yang mengguncang peta geopolitik Afrika Timur baru-baru ini terjadi ketika Israel secara resmi mendeklarasikan pengakuan kemerdekaan Somaliland, sebuah wilayah yang telah lama memisahkan diri dari Somalia. Pengakuan ini menjadikan Israel negara pertama di dunia yang mengambil sikap tersebut, memicu gelombang reaksi keras dan perdebatan internasional.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tidak hanya mengumumkan pengakuan ini, tetapi juga menggarisbawahi komitmen negaranya untuk memperdalam kerja sama bilateral. Rencana ekspansi mencakup sektor vital seperti pertanian, kesehatan, dan teknologi. Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar bahkan menegaskan bahwa kedua entitas telah sepakat untuk menjalin "hubungan diplomatik penuh," yang akan diwujudkan melalui penunjukan duta besar dan pembukaan kedutaan besar di masing-masing wilayah. Saar, dalam pernyataannya akhir pekan lalu, menginstruksikan kementeriannya untuk segera menindaklanjuti kesepakatan ini.

Gebrak Meja! Israel Akui Somaliland, Somalia Murka!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Di sisi lain, Presiden Somaliland, Abdirahman Mohamed Abdullahi, menyambut baik keputusan Israel sebagai "momen bersejarah" yang krusial. Abdullahi berharap pengakuan ini akan menjadi katalisator bagi negara-negara lain untuk mengikuti jejak Israel, membuka jalan bagi peningkatan kredibilitas diplomatik Somaliland di kancah global serta akses yang lebih luas ke pasar internasional. Ia juga menyatakan Somaliland akan bergabung dengan Kesepakatan Abraham, yang diyakininya sebagai langkah strategis menuju perdamaian regional dan global, serta komitmen untuk membangun kemitraan yang mengedepankan kemakmuran bersama dan stabilitas di Timur Tengah dan Afrika.

COLLABMEDIANET

Namun, respons dari Somalia sangat kontras. Perdana Menteri Hamza Abdi Barre secara tegas dan tanpa ragu menolak pengumuman Israel, menyebutnya sebagai "serangan yang disengaja terhadap kedaulatan" negaranya. Somalia memandang Somaliland sebagai bagian integral dari wilayahnya yang berdaulat.

Gelombang kecaman juga datang dari sejumlah negara tetangga dan sekutu Somalia. Para menteri luar negeri Mesir, Turki, dan Djibouti, dalam sebuah pernyataan bersama, menegaskan "penolakan total" mereka terhadap langkah Israel. Mereka menegaskan kembali dukungan penuh mereka terhadap persatuan, kedaulatan, dan integritas teritorial Somalia. Keempat negara tersebut memperingatkan bahwa langkah-langkah sepihak semacam ini berpotensi merusak stabilitas regional dan menciptakan "entitas paralel" yang tidak sah terhadap lembaga-lembaga negara Somalia yang sah. Mereka juga berargumen bahwa pengakuan kemerdekaan sebagian dari negara berdaulat akan menciptakan preseden berbahaya yang bertentangan dengan hukum internasional dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Dalam konteks yang lebih luas, pernyataan itu juga menyinggung penolakan terhadap rencana pemindahan warga Palestina dari tanah air mereka.

Keputusan Israel ini tidak terlepas dari upaya jangka panjang negara tersebut untuk memperkuat hubungan diplomatik dengan berbagai negara di Timur Tengah dan Afrika. Meskipun perang yang sedang berlangsung di Gaza dan ketegangan dengan Iran seringkali dianggap sebagai penghalang, Israel terus mencari celah untuk memperluas pengaruhnya. Kesepakatan Abraham yang bersejarah pada tahun 2020, yang berhasil menormalisasi hubungan Israel dengan beberapa negara mayoritas Muslim seperti Uni Emirat Arab dan Maroko, menjadi bukti strategi diplomatik ini. Kini, pengakuan Somaliland menambah babak baru dalam dinamika kompleks hubungan internasional Israel.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar