Informasi yang dihimpun lintaswarta.co.id menyebutkan mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer atau yang akrab disapa Noel, memberikan pernyataan mengejutkan terkait penyitaan empat handphone oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Handphone tersebut ditemukan tersembunyi di plafon rumah dinas Noel. Usai menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka kasus dugaan pemerasan dan/atau gratifikasi terkait pengurusan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Kementerian Ketenagakerjaan, Selasa (2/9), Noel dengan tegas menyatakan bahwa handphone tersebut bukanlah miliknya.
"Itu handphone pembantu saya," tegas Noel kepada awak media. Pernyataan ini tentu saja menimbulkan pertanyaan baru dan menambah kompleksitas kasus yang tengah menjerat mantan pejabat tersebut. Selain penyitaan handphone, KPK juga telah menyita uang tunai sekitar Rp170 juta dan US$2.201 sebagai barang bukti dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) beberapa waktu lalu.
Kasus ini melibatkan sebelas tersangka, termasuk Noel dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Ditjen Binwasnaker & K3 yang dikenal sebagai ‘Sultan’, Irvian Bobby Mahendro. Kesepuluh tersangka lainnya adalah Gerry Aditya Herwanto Putra, Subhan, Hery Sutanto, Anitasari Kusumawati, Fahrurozi, Sekarsari Kartika Putri, Supriadi, Temurila (perwakilan PT Kem Indonesia), dan Miki Mahfud (pihak PT Kem Indonesia). Mereka disangkakan melanggar Pasal 12 huruf e dan/atau Pasal 12 B UU Tipikor juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Related Post
Meskipun mengklaim handphone tersebut milik pembantunya, Noel menyatakan kesediaannya untuk kooperatif dalam proses hukum. Ia mengaku menyesali perbuatannya dan mengakui kesalahannya. "Kita sangat kooperatif sekali dengan penyidik. Kita juga mendukung apa yang dilakukan KPK dan saya juga mengaku salah," ujarnya. Para tersangka saat ini ditahan selama 20 hari pertama hingga 10 September 2025 di Rutan Cabang KPK Gedung Merah Putih. Perkembangan kasus ini tentu akan terus dipantau dan menjadi sorotan publik. Apakah klaim Noel akan dipercaya oleh KPK? Kita tunggu saja perkembangan selanjutnya.









Tinggalkan komentar