lintaswarta.co.id melaporkan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) secara resmi merekomendasikan penghentian sementara seluruh aktivitas pendakian gunung di wilayahnya. Langkah drastis ini diambil menyusul peningkatan signifikan dan meluasnya insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Data terkini, per 24 Agustus lalu, mencatat setidaknya 132 kejadian karhutla telah melanda berbagai daerah, menghanguskan total area seluas 196,40 hektare.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mendesak pemerintah kabupaten/kota untuk segera mengambil tindakan pencegahan yang lebih tegas, khususnya terkait kegiatan pendakian gunung di wilayah masing-masing. Menurut informasi dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jabar, provinsi ini memiliki kekayaan alam berupa ratusan gunung, dengan sekitar 364 gunung tersebar di seluruh dataran. Beberapa di antaranya merupakan destinasi favorit para pendaki, seperti Gunung Salak, Gunung Gede Pangrango, Gunung Papandayan, hingga Gunung Ciremai.
Gubernur Dedi secara khusus meminta Bupati Cianjur dan Bupati Bogor, serta kepala daerah lain yang memiliki kawasan pegunungan, untuk serius mempertimbangkan penundaan sementara aktivitas pendakian. Ia menegaskan bahwa risiko kebakaran di tengah musim kemarau ekstrem tidak boleh dianggap remeh. "Aktivitas manusia menjadi salah satu faktor utama yang patut diwaspadai. Puntung rokok yang dibuang sembarangan atau api unggun yang tidak terkendali berpotensi besar memicu kebakaran, terutama saat vegetasi mengering akibat cuaca panas," ujar Dedi pada Minggu (30/8).

Related Post
Selain pegunungan, Dedi juga menyoroti potensi bahaya kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah. Ia menginstruksikan pemerintah kabupaten dan kota untuk meningkatkan langkah mitigasi guna mencegah munculnya api dan penyebarannya. "Para bupati harus segera tanggap di lingkungan TPA masing-masing. Menurut saya, hindari orang membawa korek api dan rokok ke area TPA," jelasnya.
Peringatan Gubernur ini muncul di tengah lonjakan jumlah kejadian karhutla. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat hingga 24 Agustus, 132 insiden tercatat di 91 kecamatan dan 153 desa/kelurahan. Kabupaten Sumedang menjadi daerah dengan jumlah kejadian terbanyak (20 insiden, 21,68 hektare), sementara Kabupaten Sukabumi mencatatkan luas lahan terbakar paling besar (49,20 hektare dari 12 insiden). Daerah lain seperti Majalengka, Kuningan, Cirebon, Bandung, Subang, dan Purwakarta juga menghadapi ancaman serupa, dengan puluhan hektare lahan yang hangus dilalap api.







Tinggalkan komentar