lintaswarta.co.id melaporkan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali memperpanjang kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama satu hari. Keputusan ini diambil menyusul masih terdeteksinya sebaran abu vulkanik di wilayah ibu kota, meskipun dalam jumlah yang sudah berkurang drastis. Langkah ini merupakan respons proaktif Pemprov DKI untuk menjaga kesehatan dan keselamatan para pelajar dari potensi dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang sebelumnya sempat menyelimuti sebagian wilayah Jakarta.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menjelaskan bahwa kondisi abu vulkanik memang telah menunjukkan penurunan signifikan. Namun, ia menegaskan bahwa beberapa area di Jakarta masih merasakan dampaknya, sehingga perpanjangan PJJ dianggap perlu untuk memastikan lingkungan belajar yang aman. "Sekarang ini sebenarnya abu vulkaniknya sudah mengalami penurunan yang luar biasa. Tetapi di beberapa daerah masih ada, dan kami masih memerlukan waktu satu hari untuk memperpanjang pembelajaran jarak jauh ini sampai dengan besok," kata Pramono di Balai Kota Jakarta pada Senin (7/9). Dengan demikian, PJJ di Jakarta akan berlangsung hingga hari Selasa.
Untuk memastikan kebijakan ini berjalan efektif, Pramono Anung telah menginstruksikan Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta agar segera mengeluarkan surat edaran resmi. Langkah ini penting mengingat di Jakarta, kebijakan tidak cukup hanya dengan pernyataan lisan dari gubernur, melainkan harus didukung oleh regulasi tertulis yang jelas untuk mengatur hal tersebut.

Related Post
Selain itu, upaya mitigasi dampak abu vulkanik terus digencarkan. Gubernur Pramono meminta seluruh jajarannya untuk melanjutkan penyemprotan air atau water mist di ruas-ruas jalan utama. Ia juga mengimbau kepada para pengelola gedung yang memiliki fasilitas water mist untuk turut serta mengaktifkannya sebagai bentuk kontribusi dalam menjaga kualitas udara dan lingkungan. "Kami bahkan sudah meminta kepada gedung-gedung yang mempunyai fasilitas untuk water mist, kami minta untuk bisa dilakukan itu. Sehingga dengan demikian Jakarta tetap mengadakan itu," tambahnya, menunjukkan komitmen Pemprov dalam menjaga kualitas udara dan lingkungan.







Tinggalkan komentar