Judul Clickbait: Israel Serang Suriah Diam-Diam? Anak-Anak Jadi Korban!

Harimurti

Judul Clickbait: Israel Serang Suriah Diam-Diam? Anak-Anak Jadi Korban!

Lintaswarta.co.id – Serangan mendadak Israel ke wilayah Suriah, tepatnya di pinggiran Damaskus, pada Jumat (28/11/2025) dilaporkan menelan korban jiwa. Kota Beit Jinn menjadi sasaran agresi militer yang menewaskan sedikitnya 12 warga sipil Suriah, termasuk dua anak-anak yang tak berdosa.

Serangan fajar tersebut, seperti yang dilaporkan oleh kantor berita pemerintah Suriah, SANA, melibatkan penggunaan artileri dan rudal oleh pasukan Israel. Bentrokan sengit terjadi setelah pasukan Israel memasuki kota, memaksa puluhan keluarga untuk mengungsi mencari perlindungan di daerah yang lebih aman. Jenazah para korban, termasuk anak-anak, dilarikan ke Rumah Sakit Nasional Golan di Quneitra untuk penanganan lebih lanjut.

Judul Clickbait: Israel Serang Suriah Diam-Diam? Anak-Anak Jadi Korban!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Militer Israel mengklaim bahwa operasi mereka telah "selesai" dan semua target yang dianggap sebagai ancaman telah berhasil ditangkap atau "dilenyapkan". Namun, laporan dari media Israel, Yedioth Ahronoth, mengindikasikan bahwa pasukan Israel sempat terkepung di Beit Jinn, memicu serangan udara dan tembakan artileri intensif untuk mengevakuasi dan menarik mundur pasukan mereka. Enam tentara Israel dilaporkan terluka dalam insiden tersebut.

COLLABMEDIANET

Sementara itu, Tim Pertahanan Sipil Suriah mengungkapkan bahwa mereka tidak dapat memasuki Beit Jinn untuk melakukan penyelamatan korban karena militer Israel terus menargetkan setiap pergerakan di area tersebut. Situasi ini semakin mempersulit upaya penyelamatan dan penanganan korban.

Lintaswarta.co.id – Agresi militer Israel di Suriah semakin intensif sejak penggulingan Presiden Bashar al-Assad pada Desember 2024. Israel dituding melanggar perjanjian 1974 dan menginvasi serta menduduki lebih banyak wilayah di sepanjang perbatasan sebagai bagian dari pembentukan "zona penyangga", termasuk puncak Jabal al-Sheikh yang memiliki nilai strategis vital.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, bahkan dilaporkan pernah mengunjungi wilayah yang diduduki secara ilegal di Suriah Selatan. Tindakan ini semakin memperkuat dugaan bahwa Israel memiliki agenda tersembunyi di wilayah tersebut.

Lintaswarta.co.id – Motif tindakan Israel ini didorong oleh persepsi keamanan perbatasan mereka. Akiva Eldra, seorang analis politik Israel, berpendapat bahwa beberapa pihak di Israel melihat "segala jenis ketidakstabilan" di perbatasan dengan Suriah sebagai pembenaran untuk melancarkan operasi militer dan membangun "zona keamanan".

Tindakan Israel ini, yang juga mencakup pengeboman dan penculikan rutin di Provinsi Quneitra, semakin mempersulit upaya pemerintahan baru Suriah di bawah Presiden Ahmed Al Sharaa untuk keluar dari isolasi internasional dan mengamankan jalur ekonomi penting. Situasi ini semakin memperburuk kondisi Suriah yang tengah berupaya bangkit dari keterpurukan.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar