lintaswarta.co.id – Isu pergantian Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat. Namun, Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dengan tegas membantah adanya Surat Presiden (Surpres) terkait pergantian pucuk pimpinan Korps Bhayangkara tersebut.
Ketua Komisi III DPR, Habiburokhman, menyatakan bahwa kabar mengenai Surpres pergantian Kapolri adalah tidak benar dan tidak memiliki dasar. "Tidak benar ada surat presiden soal penggantian Kapolri," ujarnya kepada wartawan pada Selasa (4/8). Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang tidak berdasar dan hanya menimbulkan spekulasi.
Senada dengan Habiburokhman, Wakil Ketua Komisi III DPR, Ahmad Sahroni, juga membantah keras pihaknya telah menerima Surpres pergantian Kapolri. Sahroni mengakui bahwa isu pengiriman Surpres tersebut memang telah beredar luas di kalangan publik. "Kalau isu dikirim kan kita udah tahu. Kalau kalian tanya pasti gua jawab. Masalahnya belum ada," tegas Sahroni saat ditemui di kompleks parlemen, Selasa (4/8).

Related Post
Menurut Sahroni, isu pergantian Kapolri ini kemungkinan diembuskan oleh pihak-pihak yang merasa masa kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit Prabowo sudah cukup lama. "Ya mungkin karena, ‘udah lah, udah 5 tahun lu, gantian lah,’ misalnya gitu kan ada, bisa aja," spekulasinya.
Meski demikian, Sahroni memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja Listyo Sigit Prabowo selama menjabat. Ia menilai, sedikit kekurangan selama masa kepemimpinan adalah hal yang lumrah, mengingat tidak ada pemimpin yang sempurna. Dengan rekam jejak kinerja yang cukup baik, Sahroni yakin Presiden Prabowo Subianto akan mempertahankan Listyo sebagai Kapolri hingga masa pensiunnya. "Tapi kan ada oknum-oknum yang ya, yang mengatasnamakan institusi, itu biasa. Tapi saya yakin Presiden mempertahankan Pak Sigit karena kinerjanya cukup baik," pungkasnya.







Tinggalkan komentar