Ketegangan Perbatasan Pakistan dan Afghanistan Memanas

Harimurti

Ketegangan Perbatasan Pakistan dan Afghanistan Memanas

lintaswarta.co.id – Situasi keamanan di kawasan perbatasan antara Pakistan dan Afghanistan kembali memasuki fase kritis setelah serangkaian serangan udara besar-besaran diluncurkan oleh militer Pakistan. Eskalasi konflik ini memicu kemarahan otoritas di Kabul setelah dilaporkan adanya jatuhnya korban jiwa dari kalangan warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak, dalam operasi militer tersebut.

Berdasarkan laporan resmi dari pemerintah di Kabul, serangan udara yang dilakukan pasukan Pakistan telah menewaskan sedikitnya sembilan warga sipil dan menyebabkan 11 orang lainnya mengalami luka-luka. Juru Bicara Taliban Afghanistan, Zabihullah Mujahid, mengungkapkan bahwa serangan mematikan tersebut menyasar dua wilayah strategis, yakni Provinsi Kunar di bagian timur dan Provinsi Helmand di bagian selatan Afghanistan.

Ketegangan Perbatasan Pakistan dan Afghanistan Memanas
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Mujahid mengecam keras tindakan tersebut dan menyebutnya sebagai bentuk agresi yang tidak dapat ditoleransi. Menurutnya, serangan militer yang dilakukan secara sepihak oleh Pakistan telah melanggar prinsip-prinsip hukum internasional dan kedaulatan wilayah negara Afghanistan. Ia menegaskan bahwa pihak Afghanistan hanya akan mengambil langkah pembelaan diri jika kedaulatan mereka terus diusik.

COLLABMEDIANET

Di sisi lain, pemerintah Islamabad memberikan pembelaan atas operasi militer tersebut. Kementerian Informasi Pakistan mengklaim bahwa serangan udara itu merupakan operasi yang sangat terukur dan berbasis pada informasi intelijen yang akurat. Mereka menyatakan bahwa target utama operasi tersebut bukanlah pemukiman warga, melainkan 22 militan yang tengah bersembunyi di dua lokasi berbeda.

Pemerintah Pakistan berdalih bahwa tindakan tegas ini perlu diambil karena ancaman terorisme yang berasal dari wilayah Afghanistan terus membahayakan keamanan nasional mereka. Islamabad menuduh kelompok-kelompok militan menggunakan tanah Afghanistan sebagai basis untuk merencanakan serangan lintas batas ke wilayah Pakistan.

Insiden ini bukanlah yang pertama dalam waktu dekat. Dalam dua pekan terakhir, ini merupakan kali ketiga Pakistan melakukan bombardir terhadap target di dalam wilayah kedaulatan Afghanistan. Sebelumnya, serangan udara juga dilaporkan menghantam wilayah Kandahar yang mengakibatkan empat warga sipil tewas.

Ketegangan ini dipicu oleh rentetan serangan kelompok Tehrik-e-Taliban Pakistan (TTP) terhadap fasilitas kepolisian di barat laut Pakistan bulan lalu, yang menewaskan 24 orang. Meskipun secara struktural TTP berbeda dengan Taliban Afghanistan, Islamabad mencurigai adanya hubungan aliansi yang membuat kelompok tersebut leluasa beroperasi di perbatasan. Namun, pihak Kabul membantah keras tuduhan tersebut dan menyatakan bahwa masalah keamanan TTP adalah urusan internal Pakistan.

Meletusnya kembali konflik ini secara praktis menghancurkan gencatan senjata rapuh yang sebelumnya sempat dicapai melalui mediasi China pada bulan Maret lalu. Kini, ketidakpastian menyelimuti perbatasan kedua negara. Data dari misi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Afghanistan menunjukkan potret kelam, di mana kekerasan lintas batas ini telah menyebabkan lebih dari 1.100 korban jiwa dan luka-luka sepanjang tahun ini.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar