lintaswarta.co.id – Keterbatasan lahan pertanian di wilayah perkotaan tak lagi menjadi penghalang bagi terciptanya ketahanan pangan yang kuat. Sebaliknya, tantangan ini justru memicu inovasi dan kolaborasi antardaerah, demikian disampaikan Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas. Ia menekankan pentingnya sinergi untuk menjamin pasokan pangan masyarakat, terutama di kota-kota metropolitan yang padat penduduk.
Dalam Forum Pangan Nasional Pemerintah Kota se-Indonesia, bagian dari Rapat Kerja Nasional (Rakernas) APEKSI ke-XVIII di Hotel Grand Inna Medan, Rico Waas mengakui bahwa Kota Medan bukanlah daerah produsen pangan utama. Oleh karena itu, Pemerintah Kota Medan secara aktif memperkuat kemitraan dengan daerah penyangga seperti Kabupaten Karo, Deli Serdang, dan Serdang Bedagai. Langkah ini krusial untuk menjaga stabilitas pasokan dan menekan laju inflasi, memastikan distribusi pangan berjalan lancar tanpa hambatan.
Ia menambahkan, forum tersebut menjadi platform strategis bagi pemerintah kota untuk berbagi pengalaman dan inovasi dalam pengelolaan sektor pangan. Salah satu pembahasan menarik adalah implementasi konsep pertanian cerdas (smart farming) dan pertanian perkotaan (urban farming) yang terbukti efektif memperkuat ketahanan pangan di kawasan padat penduduk.

Related Post
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya Sugiarto, yang turut hadir, menekankan vitalnya ketahanan pangan dalam menyongsong bonus demografi menuju visi Indonesia Emas 2045. Bima Arya mendorong pemerintah daerah untuk mengadopsi konsep co-creation, melibatkan sinergi antara pemerintah, akademisi, sektor swasta, dan masyarakat dalam membangun ekosistem pangan yang berkelanjutan. Ia juga memberikan apresiasi tinggi kepada Kota Medan atas komitmennya, yang menempati peringkat kedua nasional dalam alokasi APBD untuk sektor pangan.
Upaya kolaboratif dan inovatif ini diharapkan mampu memastikan ketersediaan pangan yang merata dan berkelanjutan, sekaligus menjaga stabilitas ekonomi di tengah dinamika perkotaan.









Tinggalkan komentar