Lintaswarta.co.id, Jakarta – Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PKP), Maruarar Sirait, mematok target penyelesaian pembangunan rumah susun (rusun) subsidi di kawasan Meikarta, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada Agustus 2028. Pernyataan ini kembali ditegaskan dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI pada Selasa (10/2/2026), mengulang komitmen yang sebelumnya disampaikan pada acara pembersihan lahan awal (Land Clearing) rusun subsidi Meikarta, Kamis (29/1/2026).
Menteri yang akrab disapa Ara ini menekankan pentingnya langkah proaktif berkoordinasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengenai rencana pengembangan rusun subsidi di Meikarta. Hal ini dilakukan demi memastikan proyek ini berjalan mulus tanpa hambatan di kemudian hari dan terhindar dari potensi polemik di masyarakat.
"Kita mulai bangun rusun subsidi di Meikarta. Izin supaya tidak jadi pertanyaan publik, saya langsung datangi dan bersilaturahmi dengan KPK, kurang lebih 10 hari lalu. Saya bertanya langsung kepada pimpinannya, Pak Johanis Tanak, ‘Apakah pembangunan rusun subsidi di lokasi ini diperbolehkan?’ Dan jawabannya, melalui juru bicara Budi, menyatakan proyek ini ‘clean and clear’ untuk dilanjutkan," ungkap Ara dalam paparannya di hadapan Komisi V DPR RI.

Related Post
Ara juga menyampaikan bahwa pemerintah tidak merogoh kocek sepeser pun terkait pengadaan lahan untuk proyek ini. Lahan seluas 30 hektare yang akan digunakan untuk rusun subsidi telah dihibahkan sepenuhnya oleh Lippo Group kepada pemerintah.
"Ini kalau bicara kreativitas, saya sampaikan secara terbuka, lahannya 30 hektare adalah hibah. Jadi negara itu menerima hibah. Pemerintah tidak perlu mengeluarkan dana untuk pengadaan lahan. Nah, nanti bagaimana skema pembiayaannya, saya sudah mendapat arahan untuk berkoordinasi dengan Pak Rosan (CEO Danantara). Saya sudah rapat, bagaimana pembiayaannya, namun yang jelas tanahnya hibah 30 hektare," jelas Ara.
Pihaknya menyebut telah memulai pembersihan lahan pada akhir Januari lalu. Selanjutnya, peletakan batu pertama (groundbreaking) dijadwalkan pada Maret 2026, dan proses konstruksi fisik akan dimulai pada Agustus 2026. Dengan demikian, target penyerahan kunci kepada masyarakat calon penerima rusun subsidi adalah pada Agustus 2028.
"Saya sudah lakukan pembersihan lahan minggu lalu. Pada 8 Maret 2026, kita akan pasang panelnya di bawah, kemudian rencananya Agustus 2026 konstruksi sudah mulai menanjak. Doakan pada Agustus 2028, kita sudah dapat menyerahkan kunci kepada masyarakat calon penerima rusun subsidi," ujarnya penuh harap.
Ara menjelaskan lebih lanjut, rusun subsidi Meikarta nantinya akan berdiri di tiga lokasi terpisah, dengan luas masing-masing 10 hektare. Setiap lokasi akan menampung 18 menara, masing-masing setinggi 30 lantai. Proyek ini menawarkan tiga pilihan model unit: tipe satu kamar tidur seluas 25 meter persegi, dua kamar tidur 35 meter persegi, serta tiga kamar tidur 45 meter persegi.
"Hal ini diharapkan menciptakan ekosistem hunian yang ideal bagi perumahan rakyat di kawasan tersebut," terang Ara.
Satu menara dirancang untuk menampung 2.600 unit hunian. Dengan 18 menara per lokasi, satu kawasan akan memiliki 47.000 unit. Secara keseluruhan, dengan tiga kawasan, totalnya mencapai 54 menara, menyediakan 141.000 unit hunian.
"Ini bisa jadi rusun terbesar yang pernah dibangun di Indonesia," tandasnya.









Tinggalkan komentar