Lintaswarta.co.id melaporkan, dua bandara strategis di Polandia, Lublin dan Rzeszow, sempat lumpuh sementara setelah Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) mengaktifkan jet tempur untuk mengamankan wilayah udara Polandia yang berdekatan dengan area konflik. Langkah darurat ini dipicu oleh eskalasi serangan udara masif Rusia ke Ukraina, menciptakan ketegangan di langit Eropa Timur.
Menurut keterangan dari Komando Operasional Angkatan Bersenjata Polandia, seluruh operasi penerbangan militer, termasuk patroli udara NATO di wilayah udara Polandia, kini telah dihentikan dan kedua bandara tersebut kembali beroperasi secara normal. Meskipun demikian, otoritas setempat dengan tegas menyatakan bahwa tidak ada pelanggaran wilayah udara Polandia yang terdeteksi selama insiden tersebut. Tindakan penutupan ini murni bersifat preventif, bertujuan untuk mengamankan wilayah udara yang berdekatan langsung dengan zona konflik. Polandia juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada NATO dan Angkatan Udara Jerman atas bantuan mereka dalam menjaga keamanan langit. Perlu diketahui, Bandara Rzeszow merupakan pusat logistik vital bagi NATO dalam mendistribusikan bantuan persenjataan ke Ukraina.
Di sisi lain perbatasan, langkah pengamanan Polandia ini tak lepas dari fakta bahwa Rusia baru saja melancarkan salah satu serangan udara terbesarnya terhadap Ukraina sejak awal tahun. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengungkapkan, lebih dari 400 drone dan sekitar 40 rudal dari berbagai jenis diluncurkan, menargetkan fasilitas pembangkit listrik, jaringan distribusi, serta gardu induk di berbagai wilayah Ukraina. "Setiap hari, Rusia dapat memilih diplomasi yang nyata, tetapi mereka memilih serangan baru," tulis Zelenskiy di platform X, seraya menambahkan bahwa serangan ini semakin memperburuk kondisi sektor energi Ukraina yang sudah tertekan oleh kerusakan perang dan cuaca musim dingin ekstrem, dengan suhu diperkirakan turun hingga minus 14 derajat Celsius.

Related Post
Perdana Menteri Ukraina, Denys Shmyhal, mengonfirmasi bahwa dua pembangkit listrik tenaga panas di wilayah barat Ukraina menjadi sasaran utama, termasuk elemen penting dari jaringan distribusi listrik nasional. "Penjahat Rusia melakukan serangan besar-besaran lagi terhadap fasilitas-fasilitas energi Ukraina," tegas Shmyhal melalui aplikasi Telegram. Sebagai respons, pemerintah Ukraina memberlakukan pemadaman listrik darurat di sejumlah daerah dan bahkan meminta Polandia untuk segera menyediakan impor listrik darurat guna menopang sistem kelistrikan yang kian rapuh. Perusahaan energi swasta terbesar Ukraina, DTEK, melaporkan kerusakan signifikan pada fasilitas pembangkit listrik tenaga panas miliknya, menandai serangan ke-10 terhadap aset DTEK sejak Oktober 2025. Sirene peringatan udara dilaporkan berbunyi selama lebih dari enam jam di wilayah barat Ukraina, mencakup Lviv, Khmelnytskyi, Rivne, Ternopil, dan Ivano-Frankivsk, dengan pembangkit listrik utama seperti Burshtyn dan Dobrotvir juga terkena dampak langsung.
Maksym Kozytskyi, gubernur regional Lviv, memperingatkan bahwa pemadaman listrik mungkin akan berlangsung lebih lama akibat target serangan yang meluas. Sebelumnya, Otoritas Navigasi Penerbangan Polandia dan Administrasi Penerbangan Federal AS (FAA) memang telah mengeluarkan peringatan kepada penerbang terkait penutupan sementara bandara Lublin dan Rzeszow akibat aktivitas militer tersebut. Namun, setelah situasi dinyatakan aman dan terkendali, kedua bandara kini telah kembali beroperasi, meskipun ketegangan di perbatasan tetap tinggi seiring dengan berlanjutnya agresi Rusia terhadap Ukraina.









Tinggalkan komentar