lintaswarta.co.id – Perjalanan Tottenham Hotspur musim ini akhirnya menemui titik terang yang sangat dinantikan oleh para pendukungnya. Setelah sempat terpuruk dalam tren negatif yang menguras emosi, tim berjuluk The Lilywhites ini berhasil memutus kutukan tersebut dengan performa yang jauh lebih solid dan meyakinkan di kancah Premier League.
Kemenangan meyakinkan 2-0 saat bertandang ke markas Crystal Palace menjadi bukti nyata transformasi tim. Meski harus menghadapi lawan yang bermain dengan 10 pemain, Spurs menunjukkan kedewasaan bermain yang berbeda dari laga-laga sebelumnya. Hasil manis ini bukan sekadar kemenangan biasa, melainkan sebuah pencapaian bersejarah karena Tottenham berhasil mengamankan tiga kemenangan beruntun di liga domestik untuk pertama kalinya dalam kurun waktu 616 hari.
Manajer anyar asal Italia, Roberto De Zerbi, akhirnya buka suara mengenai apa yang sebenarnya terjadi di balik layar. Ia mengungkapkan bahwa kunci utama perubahan mentalitas anak asuhnya terletak pada agenda pemusatan latihan yang mereka jalani di Marbella. Liburan sekaligus sesi latihan intensif di Spanyol tersebut ternyata menjadi momentum krusial yang mengubah cara pandang para pemain terhadap tim.

Related Post
De Zerbi menjelaskan bahwa sebelum jeda internasional, timnya seringkali tampil dominan namun gagal mengonversi peluang menjadi gol. Hal ini sering kali berujung pada hilangnya fokus dan semangat juang saat mereka kebobolan gol yang tidak perlu. Namun, pasca jeda tersebut, ia melihat perbedaan yang sangat mencolok. Menurutnya, skuad yang telah diperkuat dengan belanja pemain senilai Rp7,9 triliun tersebut kini mulai menunjukkan kohesi yang kuat.
"Jika dibandingkan dengan kondisi Tottenham sebelum dan sesudah jeda internasional, sekarang kami benar-benar bermain sebagai sebuah kesatuan tim," ujar De Zerbi sebagaimana dikutip dari laporan ESPN. Ia merasa investasi besar yang dilakukan klub pada bursa transfer musim panas lalu mulai membuahkan hasil seiring dengan menyatunya chemistry antar pemain.
Selain faktor kolektivitas, sorotan tajam juga tertuju pada performa gemilang sang wonderkid, Archie Gray. Pemain muda berusia 20 tahun ini tampil luar biasa saat dipercaya mengisi posisi bek kanan. Gray tidak hanya tampil disiplin dalam bertahan, tetapi juga berhasil mencetak gol melalui sundulan tajam. Meski harus ditarik keluar pada babak kedua untuk menghindari risiko kartu merah, performanya mendapat pujian setinggi langit dari sang pelatih. De Zerbi menyebut perkembangan Gray sangat pesat dan ia bermain dengan kematangan layaknya pemain veteran.
Kabar baik lainnya datang dari sektor pertahanan. Kembalinya pilar penting seperti Pedro Porro yang sempat terkendala cedera hamstring memberikan suntikan tenaga tambahan bagi lini belakang. Dengan kembalinya Porro, ditambah kehadiran Destiny Udogie dan pemain baru Andy Robertson, De Zerbi kini memiliki kemewahan dalam meramu strategi di sektor bek sayap. Momentum kebangkitan ini diharapkan dapat terus berlanjut saat mereka menghadapi tantangan berikutnya melawan Leeds United.



Tinggalkan komentar