lintaswarta.co.id – Dunia internasional kembali dikejutkan oleh eskalasi konflik di Timur Tengah setelah kelompok Houthi dilaporkan meluncurkan serangan rudal ke Bandara Internasional Riyadh, Arab Saudi. Serangan yang memicu ketegangan geopolitik ini dilaporkan mengakibatkan jatuhnya korban jiwa, dengan 12 orang tewas dan ratusan lainnya mengalami luka-luka. Insiden ini kembali membuka mata dunia mengenai kekuatan militer kelompok tersebut yang ternyata tidak hanya bergantung pada bantuan luar negeri.
Selama ini, banyak pihak meyakini bahwa seluruh kekuatan tempur Houthi merupakan hasil dukungan penuh dari Iran. Namun, fakta di lapangan menunjukkan adanya struktur pendanaan mandiri yang sangat kuat dan terorganisir di dalam wilayah Yaman yang mereka kuasai. Houthi telah bertransformasi menjadi pemerintahan de facto yang memiliki mesin uang sendiri melalui berbagai sektor ekonomi domestik.
Salah satu sumber pendapatan utama mereka berasal dari sistem pemungutan pajak yang sangat luas. Sebagai penguasa di Sanaa dan wilayah barat laut Yaman, kelompok ini mengelola berbagai jenis pungutan, mulai dari pajak penghasilan, pajak perusahaan, zakat, hingga pajak pada komoditas seperti rokok dan bahan bakar. Bahkan, bea masuk atas barang-barang impor juga menjadi aliran kas yang signifikan bagi operasional mereka.

Related Post
Data dari Panel Ahli PBB mengungkapkan bahwa pendapatan yang dikelola oleh Houthi sepanjang tahun 2023 mencapai angka yang fantastis, yakni sekitar 3,392 triliun rial. Sebagian besar dari dana tersebut berasal dari pungutan di berbagai pos pemeriksaan darat. Selain pajak, sektor bahan bakar menjadi tulang punggung ekonomi mereka. Melalui pelabuhan yang berada di bawah kendali mereka, produk minyak dikenakan berbagai bea dan biaya tambahan sebelum akhirnya dipasarkan melalui jaringan perusahaan yang terafiliasi dengan kelompok tersebut.
Departemen Keuangan Amerika Serikat bahkan memperkirakan bahwa operasi penjualan minyak yang dijalankan Houthi mampu menghasilkan pendapatan lebih dari US$2 miliar setiap tahunnya. Tidak hanya dari sektor energi, sektor telekomunikasi juga memberikan kontribusi besar. Pendapatan dari layanan panggilan internasional dan sektor komunikasi lainnya diperkirakan menyumbang puluhan juta dolar setiap bulannya ke kas kelompok ini.
Kombinasi antara kemandirian ekonomi domestik dan dukungan teknologi dari Iran menciptakan kekuatan yang sulit ditaklukkan. Jika ekonomi lokal menyediakan dana operasional, maka Iran berperan sebagai pemasok utama teknologi canggih seperti rudal, drone, komponen elektronik, hingga pelatihan militer. Menariknya, jaringan pasokan senjata Houthi kini semakin kompleks dan tersebar melalui berbagai negara seperti Oman, Uni Emirat Arab, hingga kawasan Tanduk Afrika.
Kondisi geografis Yaman yang bergunung-gunung, penuh dengan gua dan bunker militer, juga memberikan keuntungan taktis bagi Houthi. Medan yang sulit ini menjadi benteng pertahanan alami yang membuat serangan udara sulit untuk melumpuhkan mereka sepenuhnya. Dengan dukungan finansial yang stabil, jaringan pasokan senjata yang beragam, serta perlindungan geografis, Houthi memiliki ketahanan luar biasa untuk terus menjalankan operasi militernya di kawasan tersebut.







Tinggalkan komentar