Ratusan Calon Mahasiswa Unhas Mundur Ada Apa

Harimurti

Ratusan Calon Mahasiswa Unhas Mundur Ada Apa

lintaswarta.co.id – Universitas Hasanuddin (Unhas) di Makassar, Sulawesi Selatan, melaporkan bahwa sebanyak 181 calon mahasiswa baru (camaba) yang dinyatakan lolos melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) tahun 2026 memilih untuk tidak melakukan daftar ulang. Angka ini merupakan bagian dari total 3.489 peserta yang diterima, dengan 3.308 di antaranya telah menyelesaikan proses registrasi.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unhas, Prof. Muhammad Ruslin, menegaskan komitmen universitas untuk meminimalkan pembatalan pendaftaran akibat kendala biaya. "Unhas berusaha semaksimal mungkin agar tidak ada calon mahasiswa yang batal mendaftar ulang karena alasan biaya tinggi," ujarnya pada Sabtu (27/6).

Ratusan Calon Mahasiswa Unhas Mundur Ada Apa
Sumber Istimewa : akcdn.detik.net.id

Menariknya, persentase camaba yang tidak mendaftar ulang di Unhas menunjukkan tren penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2023, angka pembatalan mencapai 8,78 persen (221 dari 2.517), kemudian turun menjadi 7,16 persen pada 2024 (202 dari 2.822), dan 6,43 persen pada 2025 (202 dari 3.140). Untuk tahun 2026 ini, persentasenya menjadi 5,19 persen, yang merupakan penurunan signifikan.

COLLABMEDIANET

Prof. Ruslin menjelaskan, Unhas telah menerapkan berbagai langkah strategis, mulai dari sosialisasi intensif hingga dukungan bagi camaba. Sistem Uang Kuliah Tunggal (UKT) di Unhas dirancang berkeadilan, dibagi dalam delapan kelompok berdasarkan kemampuan ekonomi keluarga, dengan UKT-1 sebesar Rp500.000. Proses penetapan UKT melibatkan verifikasi komprehensif, dan camaba diberikan kesempatan untuk mengajukan banding jika merasa hasil verifikasi belum sesuai.

Rektor Unhas, Prof. Jamaluddin Jompa, menambahkan bahwa komitmen Unhas adalah memastikan tidak ada mahasiswa yang berhenti studi hanya karena alasan biaya. "Komitmen ini menjadi bagian dari upaya Unhas dalam memperluas akses pendidikan tinggi yang inklusif, adil, dan berkelanjutan," kata Prof. Jompa.

Fenomena camaba yang mundur juga menjadi sorotan di tingkat nasional. Anggota Komisi X DPR, Sofyan Tan, dalam rapat kerja dengan Kemendiktisaintek, menyebut ada sekitar 60 ribu calon mahasiswa baru se-Indonesia yang tidak daftar ulang. Ia mempertanyakan apakah ini karena salah jurusan, diterima di PTN lain, atau terkendala biaya KIP Kuliah.

Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB, Prof. Eduart Wolok, meluruskan bahwa angka 60 ribu tersebut adalah total kuota yang tidak terisi dari seluruh jalur penerimaan PTN, bukan hanya satu jalur. Berbagai alasan melatarinya, termasuk kendala biaya dan keinginan camaba untuk masuk ke program studi impian. Prof. Eduart menegaskan bahwa penetapan UKT bersifat objektif dan kampus selalu membuka ruang untuk keringanan biaya.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar