Terkuak! Nasib Multifinance 2026 di Tengah Badai Geopolitik

Harimurti

Lintaswarta.co.id – Di tengah pusaran gejolak geopolitik global dan tekanan ekonomi yang kian terasa, masa depan bisnis pembiayaan di Indonesia untuk tahun 2026 menjadi sorotan utama. Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) yang juga menjabat sebagai Direktur Utama CSUL Finance, Suwandi Wiratno Siahaan, dalam sebuah dialog di Power Lunch CNBC Indonesia pada Jumat, 24 April 2026, memaparkan pandangannya mengenai potensi sekaligus tantangan yang akan dihadapi sektor multifinance.

Suwandi mengidentifikasi beberapa segmen yang berpotensi menjadi motor penggerak pertumbuhan signifikan. Pembiayaan syariah, yang terus menunjukkan tren positif dan memiliki basis pasar yang kuat, disebut sebagai salah satu pilar penting. Selain itu, sektor kendaraan listrik (EV) tetap dipandang memiliki prospek cerah, meskipun insentif dari pemerintah saat ini telah dihentikan. Para pelaku multifinance masih melihat potensi besar dalam transisi menuju mobilitas hijau. Tak hanya itu, potensi pembiayaan multiguna juga turut menjadi fokus dalam strategi pengembangan bisnis ke depan.

Terkuak! Nasib Multifinance 2026 di Tengah Badai Geopolitik
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Namun, optimisme tersebut diiringi dengan kewaspadaan terhadap sejumlah tantangan krusial. Kenaikan harga bahan pokok dan Bahan Bakar Minyak (BBM) secara signifikan menjadi perhatian utama. Fenomena ini dikhawatirkan akan menggerus daya beli masyarakat Indonesia, yang pada gilirannya dapat mempengaruhi kemampuan mereka untuk mengambil atau melunasi pembiayaan, sehingga berpotensi menghambat laju pertumbuhan sektor ini.

COLLABMEDIANET

Untuk mencapai target pertumbuhan bisnis pembiayaan sebesar 6% di tahun 2026, Suwandi menekankan pentingnya dukungan pemerintah dalam menjaga dan meningkatkan daya beli masyarakat. Dukungan tersebut diharapkan dapat menjadi sentimen positif yang mendorong ekspansi sektor ini. Meskipun demikian, para pelaku multifinance akan terus mencermati dinamika ekonomi makro dan daya beli masyarakat sebagai indikator utama dalam menyusun strategi adaptif guna menghadapi prospek bisnis yang penuh tantangan sekaligus peluang di tahun mendatang.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar