lintaswarta.co.id – Tim SAR gabungan terus berpacu dengan waktu dalam upaya pencarian dan evakuasi korban kapal KM Virgo Transport 8 yang karam di perairan Masalembo, Laut Jawa, Kalimantan Selatan. Kapal yang mengangkut 243 manifes ini sebelumnya dilaporkan hilang kontak pada Minggu, 13 September 2020, pukul 02.00 Wita, setelah berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin. Kondisi cuaca buruk diduga menjadi penyebab insiden tragis ini, dengan kapal ditemukan terbalik pada hari yang sama.
Pada Senin, 28 September, tim penyelam gabungan kembali menorehkan hasil signifikan dengan menemukan lima korban tambahan. Proses evakuasi dilakukan dengan cermat; empat korban diangkut menuju KRI Gusti Ngurah Rai, sementara satu korban lainnya dibawa ke KN SAR Purworejo. Selanjutnya, empat korban diterbangkan ke Banjarmasin menggunakan Helikopter HS 1331 TNI AL, dan satu korban lainnya diangkut Helikopter HR 3601 Basarnas menuju RS Bhayangkara untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, menegaskan komitmen tim. "Setiap korban yang berhasil ditemukan adalah hasil dari kerja keras, ketelitian, dan sinergi seluruh unsur SAR. Kami akan terus melakukan pencarian secara maksimal dengan mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia," ujarnya. Hingga Senin kemarin, total 179 korban telah berhasil ditemukan, terdiri dari 108 orang selamat dan 71 orang meninggal dunia. Dengan demikian, masih ada 64 orang yang belum ditemukan dari total manifes kapal.

Related Post
Operasi pencarian difokuskan pada bagian-bagian kapal yang terbalik, seperti anjungan dan kamar-kamar, tempat korban diduga masih terjebak. Tim penyelam dari Basarnas, TNI AL, dan potensi SAR menghadapi tantangan berat. Kondisi bangkai kapal di bawah permukaan laut, jarak pandang yang terbatas, serta ruang sempit memerlukan kehati-hatian ekstra demi keselamatan penyelam. Penyisiran dilakukan secara bertahap untuk memastikan setiap sudut kapal dapat diperiksa maksimal.
Sementara itu, tim Disaster Victim Identification (DVI) juga mencatat kemajuan penting. Pada Senin kemarin, 16 jenazah korban KM Virgo berhasil diidentifikasi. Ini menambah jumlah total jenazah teridentifikasi menjadi 41 orang. Dari jumlah tersebut, 25 jenazah telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Kabid Dokkes Polda Kalsel Kombes dr Much Sofwan menjelaskan, "Jumlah total yang telah teridentifikasi sampai dengan hari Senin, 28 September adalah 41 orang. Dan yang belum teridentifikasi sebanyak 29 orang dari seluruh jenazah yang diterima Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin total 70 orang sampai hari ini diumumkan." Ia menambahkan bahwa tim DVI akan terus berupaya maksimal dalam proses identifikasi sisa korban. Korban yang teridentifikasi berasal dari berbagai daerah seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.







Tinggalkan komentar