Lintaswarta.co.id melaporkan bahwa suasana kompleks parlemen Jakarta baru-baru ini menjadi saksi pertemuan penting antara pucuk pimpinan TNI dan Polri. Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri rapat koordinasi strategis. Agenda utama pertemuan tersebut adalah membahas persiapan pengamanan secara komprehensif menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-79 pada 17 Agustus mendatang.
Rapat koordinasi tingkat tinggi ini dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad. Turut mendampingi adalah para pimpinan Komisi I dan Komisi III DPR RI, yang memiliki fokus pada bidang pertahanan, keamanan, dan hukum. Kehadiran Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetiyo Hadi juga menegaskan bobot dan urgensi pembahasan dalam pertemuan tersebut, menunjukkan sinergi lintas lembaga dalam menjaga stabilitas nasional.
Selepas pertemuan, Jenderal Agus Subiyanto menyampaikan pentingnya kolaborasi antarinstansi. "Kita berkoordinasi dengan kepolisian dan elemen masyarakat lainnya agar pelaksanaan kegiatan pengamanan dapat berjalan sinergis," ujar Agus, menekankan pendekatan menyeluruh. Ia juga secara tegas mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk tidak mudah terpancing oleh informasi palsu atau hoaks yang kerap beredar luas di platform media sosial.

Related Post
Lebih lanjut, Panglima TNI mengajak warga untuk tetap menjalankan aktivitas sehari-hari seperti biasa, tanpa perlu terpengaruh oleh berbagai informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. "Apalagi nanti kita akan merayakan hari ulang tahun kemerdekaan. Mari kita sambut dengan penuh kegembiraan perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI," tambahnya, menyerukan semangat positif dan persatuan.
Meskipun tidak merinci jenis berita yang dimaksud, Jenderal Agus menyoroti fenomena penyebaran kabar bohong yang sangat masif dan seringkali tidak dapat dipertanggungjawabkan sumbernya. "Berita itu beredar sangat masif dan tidak bisa dipertanggungjawabkan. Jadi, sekali lagi, saya mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh berita-berita yang beredar yang belum bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya," pungkasnya, mengakhiri pernyataannya dengan penekanan pada kewaspadaan kolektif.







Tinggalkan komentar