Trump Mendadak Telepon Maduro, Perang Dunia 3 Batal?

Harimurti

Trump Mendadak Telepon Maduro, Perang Dunia 3 Batal?

Lintaswarta.co.id, Jakarta – Di tengah tensi tinggi antara Amerika Serikat (AS) dan Venezuela, Presiden Donald Trump mengonfirmasi percakapan telepon dengan Presiden Nicolas Maduro. Apakah ini sinyal de-eskalasi konflik?

Trump secara hati-hati menanggapi pertanyaan wartawan terkait isi pembicaraan dengan Maduro. "Saya tidak akan mengatakan itu berjalan baik atau buruk. Itu adalah panggilan telepon," ujarnya singkat. Namun, laporan media mengungkap adanya pembahasan potensi pertemuan dan tawaran amnesti jika Maduro bersedia mundur.

Trump Mendadak Telepon Maduro, Perang Dunia 3 Batal?
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Lintaswarta.co.id melaporkan, tawaran serupa juga dilontarkan Senator Republik, Markwayne Mullin, yang menyebut AS menawarkan Maduro kesempatan untuk pergi ke Rusia atau negara lain. AS sendiri menuduh Maduro terlibat dalam "Cartel of the Suns" dan menawarkan imbalan besar untuk penangkapannya.

COLLABMEDIANET

Ketegangan antara kedua negara meningkat dalam empat bulan terakhir, ditandai dengan penumpukan militer AS di Karibia, penetapan kelompok yang dituduh terkait Maduro sebagai organisasi teroris, dan ancaman penutupan wilayah udara Venezuela. Washington mengklaim operasi militer bertujuan memberantas perdagangan narkoba, namun Caracas menuduh AS berambisi melakukan perubahan rezim.

Lintaswarta.co.id mencatat, Venezuela menuduh AS mengincar cadangan minyak dan gas mereka yang terbesar di dunia. Menteri Perminyakan Venezuela, Delcy Rodriguez, menuding AS ingin merebut sumber daya alam tersebut secara cuma-cuma. Maduro bahkan meminta bantuan OPEC untuk menghentikan agresi AS.

Eskalasi militer AS di Karibia juga menuai kontroversi, terutama terkait serangan udara yang menewaskan puluhan orang yang diduga terlibat penyelundupan narkoba. Tuduhan bahwa korban selamat dari serangan awal juga menjadi sasaran menambah parah situasi.

Lintaswarta.co.id melaporkan, Ketua legislatif Venezuela, Jorge Rodriguez, mengecam tindakan tersebut sebagai "pembunuhan atau eksekusi di luar proses hukum". Sementara itu, peningkatan militer AS menyebabkan sejumlah maskapai membatalkan penerbangan ke Caracas.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar