Trump Sentil Israel? Negara Islam Ini Bikin Geger Timur Tengah!

Harimurti

Trump Sentil Israel? Negara Islam Ini Bikin Geger Timur Tengah!

Lintaswarta.co.id Jakarta – Mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, baru-baru ini membuat pernyataan kontroversial yang menyinggung Israel terkait situasi di Suriah. Dalam unggahannya di platform Truth Social, Trump menyatakan kepuasannya atas kinerja pemerintahan baru Suriah di bawah kepemimpinan Ahmed al-Sharaa, mantan pemimpin kelompok jihadis Hayat Tahrir al-Sham (HTS).

Lintaswarta.co.id Pernyataan Trump ini sontak menimbulkan kehebohan, mengingat HTS merupakan cabang regional Al-Qaeda yang merebut Damaskus dan menggulingkan rezim Bashar Assad pada akhir tahun lalu. Trump bahkan menyebut bahwa pemerintahan baru Suriah tengah berupaya menata ulang negara.

Trump Sentil Israel? Negara Islam Ini Bikin Geger Timur Tengah!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

"Amerika Serikat sangat puas dengan hasil yang ditunjukkan, melalui kerja keras dan tekad, di Negara Suriah," tulis Trump, seperti dikutip Lintaswarta.co.id pada Selasa (2/12/2025). "Kami melakukan apa yang dimaksudkan, yang substansial, untuk membangun negara yang sejati dan makmur," lanjutnya.

COLLABMEDIANET

Lintaswarta.co.id Lebih lanjut, Trump menekankan pentingnya peran Israel dalam menjaga stabilitas kawasan. Ia bahkan menyindir Israel dengan mengatakan, "Sangat penting bagi Israel untuk mempertahankan dialog yang kuat dan sejati dengan Suriah, dan tidak ada yang mengganggu evolusi Suriah menjadi negara yang makmur."

Lintaswarta.co.id Trump juga memuji Ahmed al-Sharaa, presiden Suriah yang baru, atas upayanya dalam memperbaiki hubungan regional. "Presiden Suriah yang baru, Ahmed al-Sharaa, bekerja keras memastikan hal-hal baik terjadi dan bahwa Suriah dan Israel akan memiliki hubungan panjang dan makmur," kata Trump.

Lintaswarta.co.id Di sisi lain, operasi gabungan AS-Suriah dilaporkan mengalami peningkatan. CENTCOM mengumumkan bahwa pasukan AS bersama Kementerian Dalam Negeri Suriah telah menghancurkan lebih dari 15 gudang senjata dan narkoba milik ISIS di wilayah selatan selama sepekan terakhir.

Lintaswarta.co.id Meskipun demikian, pemerintahan baru Suriah masih menghadapi tantangan besar dalam mengendalikan kekerasan sektarian. Ribuan warga dari komunitas Druze, Alawi, dan Kristen dilaporkan menjadi korban dalam ledakan sporadis sepanjang tahun ini. Situasi ini menjadi perhatian serius bagi stabilitas negara dan kawasan secara keseluruhan.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar