Wamen Imigrasi Terseret Korupsi Sistematis, Dana OB!

Harimurti

Wamen Imigrasi Terseret Korupsi Sistematis, Dana OB!

Lintaswarta.co.id melaporkan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) baru-baru ini mengungkap dugaan praktik korupsi masif di Direktorat Jenderal Imigrasi yang mengejutkan publik. Penyelidikan tertutup lembaga antirasuah ini mengindikasikan bahwa skema rasuah tersebut bukan sekadar ulah oknum perorangan, melainkan sebuah gurita korupsi yang terstruktur, sistematis, dan melibatkan aliran dana hingga ratusan miliar rupiah, bahkan dengan modus operandi yang memanfaatkan rekening para office boy (OB) dan cleaning service.

Sumber internal KPK menyebutkan, dugaan instruksi untuk memuluskan praktik pemerasan ini mengalir dari level tertinggi. Wakil Menteri Imigrasi dan Paspor (Wamen Imipas) Silmi Karim disebut-sebut sebagai pihak yang diduga memberikan arahan kepada pejabat struktural di bawahnya. Tujuannya jelas: memeras para sponsor Warga Negara Asing (WNA) dalam pengurusan izin tinggal mereka.

Wamen Imigrasi Terseret Korupsi Sistematis, Dana OB!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Modus operandi yang terungkap menunjukkan adanya kesengajaan dalam mempersulit layanan. Baik itu di loket-loket pelayanan fisik maupun melalui sistem digital, proses pengurusan izin tinggal WNA diduga sengaja diperlambat dan dipersulit. Taktik ini memaksa para pemohon untuk membayar biaya tambahan yang tidak resmi demi mempercepat proses atau mendapatkan kemudahan.

COLLABMEDIANET

Di tingkat bawah, staf berinisial GST ditengarai menjadi koordinator pengumpul uang pungutan liar (pungli) ini. Untuk menghindari jejak dan deteksi aparat, mereka menggunakan metode yang sangat licik: mengoperasikan sebanyak 96 rekening bayangan. Rekening-rekening ini bukan atas nama mereka sendiri, melainkan milik para office boy dan cleaning service yang bekerja di lingkungan tersebut, menjadikan mereka tameng yang tak terduga.

Setelah dana terkumpul, jumlahnya fantastis, mencapai ratusan miliar rupiah. Dana haram ini kemudian tidak berhenti di tangan para staf pengumpul, melainkan mengalir secara berjenjang ke atas sebagai "setoran jatah." Ini menguatkan indikasi bahwa korupsi ini adalah sebuah jaringan yang terorganisir rapi dengan pembagian peran dan keuntungan yang jelas.

Penyelidikan KPK secara gamblang menunjukkan bahwa kasus ini jauh dari sekadar penyimpangan individual. Ini adalah cerminan dari korupsi yang terstruktur, sistematis, dan masif, yang telah mengakar di Ditjen Imigrasi. Publik kini menanti langkah tegas KPK untuk membongkar tuntas gurita korupsi ini dan menyeret semua pihak yang terlibat ke meja hijau.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar