lintaswarta.co.id – Situasi politik di Bolivia kini tengah memanas menyusul pernyataan mengejutkan dari Wakil Presiden Bolivia, Edmand Lara. Melalui pernyataan resminya, Lara mengaku merasa keselamatannya serta keselamatan keluarganya kini berada dalam ancaman serius. Ia merasa ada upaya sistematis untuk menjerat dirinya melalui skenario hukum yang tidak adil.
Lara mengungkapkan kekhawatirannya pada Jumat (2/10/2026) waktu setempat. Ia memperingatkan adanya dugaan rencana penangkapan terhadap dirinya yang didasari oleh tuduhan serta bukti-bukti yang telah direkayasa oleh pihak-pihak tertentu. Ketakutan ini muncul di tengah gelombang operasi besar-besaran yang tengah dilakukan pemerintah Bolivia untuk menyapu bersih praktik korupsi dan keterlibatan pejabat dalam jaringan perdagangan narkoba internasional.
Dalam pernyataannya, Lara meminta perhatian khusus dari berbagai pihak. Ia mendesak lembaga legislatif, kejaksaan, organisasi hak asasi manusia, hingga komunitas internasional untuk terus memantau situasi yang menjerat dirinya. Lara menekankan pentingnya prinsip due process atau proses hukum yang adil, di mana setiap tindakan hukum harus berjalan sesuai prosedur yang berlaku tanpa ada intervensi atau manipulasi.

Related Post
Ketegangan ini dipicu oleh operasi penangkapan besar-besaran yang dilakukan aparat penegak hukum Bolivia. Dalam operasi tersebut, Jaksa Agung Bolivia, Roger Mariaca, ditangkap bersama 13 orang lainnya. Mereka diduga terlibat dalam jaringan kriminal yang beroperasi secara terstruktur di dalam lingkungan peradilan dan kantor kejaksaan.
Menteri Dalam Negeri Bolivia, Marco Antonio Oviedo, secara terbuka menuduh Mariaca telah menyalahgunakan wewenangnya untuk melindungi para pengedar narkoba. Operasi penangkapan ini kabarnya juga mendapat dukungan informasi dari Badan Pemberantasan Narkoba Amerika Serikat (DEA). Meski demikian, Mariaca secara tegas membantah seluruh tuduhan yang diarahkan kepadanya.
Keterlibatan Amerika Serikat dalam kasus ini semakin memperkuat tekanan politik di Bolivia. Sebelumnya, Washington telah mencabut visa milik Mariaca setelah muncul dugaan kuat bahwa ia menerima suap untuk memfasilitasi perdagangan narkoba dan membantu para pelaku kejahatan lolos dari jeratan hukum. Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, menyatakan dukungannya terhadap penangkapan tersebut sebagai langkah nyata dalam memerangi korupsi dan kejahatan terorganisasi.
Hingga saat ini, pemerintah Bolivia belum secara eksplisit mengaitkan posisi Edmand Lara dengan penyelidikan jaringan kriminal tersebut. Otoritas hukum setempat juga belum mengeluarkan dakwaan resmi maupun surat perintah penangkapan terhadap sang Wakil Presiden. Namun, pernyataan Lara yang merasa terancam menunjukkan adanya ketidakpastian hukum dan ketegangan yang sangat tinggi di puncak kepemimpinan Bolivia saat ini.








Tinggalkan komentar