Lintaswarta.co.id mengabarkan situasi tegang yang terjadi di jantung Ibu Kota. Aparat gabungan dari unsur TNI dan Polri berhasil mengambil alih kendali Hotel Sultan Jakarta pada Kamis (18/6), setelah menghadapi perlawanan sengit dari sekelompok massa yang menolak proses eksekusi. Insiden ini menandai puncak dari ketegangan terkait sengketa kepemilikan atau lahan yang melingkupi salah satu hotel ikonik di Jakarta tersebut, yang telah memicu berbagai reaksi sebelumnya.
Pantauan di lokasi menunjukkan, bentrokan pecah saat aparat berupaya memasuki area hotel. Massa penolak, yang sebelumnya berkumpul di sekitar lokasi, melancarkan aksi perlawanan dengan melempari petugas menggunakan batu dan botol air mineral. Situasi memanas dengan aksi saling dorong antara kedua belah pihak, menciptakan suasana ricuh di sekitar pintu masuk hotel. Untuk membubarkan kerumunan dan membuka jalan masuk, aparat terpaksa mengerahkan water canon yang ditembakkan beberapa kali ke arah massa yang bertahan.
Tembakan water canon terbukti efektif. Perlahan namun pasti, barisan massa mulai mundur, memberikan kesempatan bagi aparat untuk merangsek masuk ke dalam kompleks Hotel Sultan. Dalam proses penguasaan kembali area tersebut, sejumlah individu yang diduga menjadi provokator atau terlibat dalam pelemparan berhasil diamankan oleh petugas. Mereka langsung digiring keluar dari lokasi untuk proses lebih lanjut. Setelah berhasil mengamankan bagian luar, tim aparat juga terlihat melakukan penyisiran menyeluruh ke dalam ruangan-ruangan hotel untuk memastikan tidak ada lagi potensi gangguan dan situasi benar-benar kondusif.

Related Post









Tinggalkan komentar