Kabar Baik Korban Gempa NTT Bantuan Miliaran Rupiah

Harimurti

Kabar Baik Korban Gempa NTT Bantuan Miliaran Rupiah

lintaswarta.co.id melaporkan bahwa Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus mengintensifkan penyaluran bantuan bagi masyarakat yang terdampak gempa bumi di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, menegaskan komitmen lembaganya untuk mempercepat realisasi dukungan ini. Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang pada Agustus lalu diketahui telah memengaruhi tujuh kabupaten, meliputi Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat, Ende, Ngada, Sikka, dan Flores Timur.

Berbagai skema bantuan telah disiapkan, mencakup pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap), serta distribusi Dana Tunggu Hunian (DTH) dan Dana Stimulan untuk rumah-rumah yang mengalami kerusakan ringan maupun sedang. Suharyanto, dalam keterangannya seperti dikutip lintaswarta.co.id pada Kamis (2/10), menyatakan bahwa proses verifikasi data untuk dana stimulan rumah rusak ringan dan sedang kini hampir rampung.

Kabar Baik Korban Gempa NTT Bantuan Miliaran Rupiah
Sumber Istimewa : akcdn.detik.net.id

"Saya telah menginstruksikan agar pada bulan Oktober ini, dana tersebut dapat segera disalurkan dan dicairkan kepada warga yang berhak," tegas Suharyanto. Melalui program ini, pemilik rumah rusak ringan akan menerima Rp15 juta, sementara mereka yang rumahnya rusak sedang akan mendapatkan Rp30 juta untuk perbaikan.

COLLABMEDIANET

Bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat, pemerintah menyediakan solusi berupa hunian sementara yang nantinya akan dilanjutkan dengan pembangunan hunian tetap. Suharyanto menambahkan, bagi korban yang memilih tidak tinggal di huntara selama menunggu huntap selesai, mereka berhak atas Dana Tunggu Hunian sebesar Rp600 ribu per bulan selama tiga bulan. Pembangunan huntara dan huntap sendiri sudah berjalan, bahkan banyak huntara yang telah selesai 100 persen.

Penyaluran dana perbaikan rumah akan dilakukan langsung ke rekening masing-masing penerima setelah proses verifikasi. Dari jumlah dana yang masuk, 75 persen dapat dicairkan tunai, sedangkan sisanya dicairkan berdasarkan bon atau bukti pembelian material. "Saya tegaskan, dana itu harus digunakan untuk perbaikan rumah," kata Suharyanto. Ia juga memastikan fleksibilitas lokasi pembangunan huntap, baik di lahan asal (in situ), di lokasi relokasi terpusat (komunal), maupun di lahan milik sendiri di lokasi baru (mandiri).

Spesifikasi huntara yang dibangun BNPB memiliki luas 4×6 meter dengan satu kamar tidur dan satu kamar mandi. Sementara itu, huntap setara dengan rumah tipe 36, dilengkapi dua kamar tidur, satu ruang tamu, dan satu kamar mandi. Data terbaru BNPB hingga akhir September menunjukkan total 44.767 unit rumah rusak berat, sedang, dan ringan telah terverifikasi di NTT. Target penerima DTH dan huntara mencapai 4.008 orang, dengan estimasi biaya total Rp136,272 miliar. Progres pembangunan huntara per akhir September mencatat 124 unit selesai, 861 unit dalam pengerjaan kurang dari 50%, 117 unit di atas 50%, dan 299 unit masih dalam tahap persiapan lahan.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar