lintaswarta.co.id – Sebuah insiden kebakaran hebat mengguncang sebuah apartemen di Jalan KH. Mas Mansyur, Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Jumat (4/9). Petugas pemadam kebakaran (Damkar) dari Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta saat ini tengah berjibaku melakukan upaya evakuasi terhadap sejumlah korban yang diduga masih terperangkap di dalam gedung bertingkat tersebut. Situasi di lokasi kejadian masih sangat genting, dengan asap tebal membumbung tinggi dari salah satu lantai apartemen, menciptakan kepanikan di kalangan warga sekitar.
Menurut informasi yang dihimpun lintaswarta.co.id dari Command Centre Damkar DKI Jakarta, fokus utama saat ini adalah proses penyisiran dan penyelamatan penghuni yang terjebak. Laporan mengenai kebakaran ini pertama kali diterima pada pukul 11.23 WIB. Respons cepat ditunjukkan oleh tim Damkar, di mana petugas sudah tiba di lokasi kejadian pada pukul 11.29 WIB, hanya berselang enam menit setelah laporan diterima. Kecepatan respons ini sangat krusial dalam upaya meminimalisir dampak kebakaran.
Operasi pemadaman api segera dimulai oleh petugas Damkar pada pukul 11.30 WIB. Untuk menaklukkan si jago merah yang melahap bagian apartemen, sebanyak 21 unit mobil pemadam kebakaran beserta 105 personel tangguh telah dikerahkan ke lokasi. Mereka bekerja tanpa henti, menghadapi tantangan asap pekat, keterbatasan akses, dan potensi runtuhan. Berkat kerja keras dan koordinasi yang baik, api akhirnya berhasil dilokalisir pada pukul 11.36 WIB, atau hanya enam menit setelah proses pemadaman dimulai, menunjukkan efektivitas tim di lapangan.

Related Post
"Situasi/status kebakaran saat ini berada dalam tahap proses lokalisir (kuning)," demikian pernyataan dari Command Centre Damkar, mengindikasikan bahwa api sudah terkendali dan tidak menyebar lebih luas, namun belum sepenuhnya padam. Objek yang terbakar diketahui berada di lantai 5 apartemen, dengan dugaan awal api berasal dari area shaf kabel. Insiden ini menjadi perhatian serius mengingat lokasi apartemen yang berada di tengah kawasan padat penduduk Jakarta Pusat, menyoroti pentingnya sistem keamanan gedung yang memadai.







Tinggalkan komentar