lintaswarta.co.id – Kawasan wisata Mandalika di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, kini memiliki langkah nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui pemberdayaan masyarakat. Melalui inisiatif Bank Sampah Putri Nyale di Desa Kuta, pengelolaan limbah kini dilakukan secara lebih terstruktur dan memberikan dampak ekonomi langsung bagi warga setempat.
Upaya ini mendapat dukungan penuh dari PT Pertamina (Persero) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Langkah ini menjadi sangat krusial, terutama saat kawasan Mandalika kedatangan lonjakan wisatawan dalam berbagai ajang internasional, seperti Pertamina Grand Prix of Indonesia. Kehadiran bank sampah ini diharapkan mampu memastikan kebersihan lingkungan tetap terjaga meskipun aktivitas manusia di kawasan tersebut meningkat tajam.
Corporate Secretary Pertamina, Arya Dwi Paramita, saat meninjau langsung operasional Bank Sampah Putri Nyale, menekankan bahwa keberadaan bank sampah bukan sekadar soal membuang sampah pada tempatnya. Lebih dari itu, ini adalah upaya edukasi agar masyarakat mampu mengubah limbah menjadi sumber pendapatan baru.

Related Post
"Kami ingin mendorong masyarakat untuk mulai memilah sampah secara mandiri. Sampah anorganik bisa diolah menjadi produk yang memiliki nilai jual, sementara sampah organik dapat dikonversi menjadi pupuk. Ini adalah cara kami mengedukasi masyarakat agar bisa memberikan nilai tambah ekonomi bagi diri mereka sendiri," ujar Arya.
Ia juga menambahkan bahwa kebersihan lingkungan merupakan faktor kunci dalam industri pariwisata. Lingkungan yang bersih akan menciptakan kenyamanan bagi wisatawan, yang pada akhirnya akan berdampak positif pada citra destinasi wisata Mandalika di mata dunia.
Untuk memperkuat operasional di lapangan, Pertamina telah menyalurkan bantuan berupa motor listrik roda tiga yang ramah lingkungan serta tempat penampungan sampah berkapasitas besar. Fasilitas ini sangat vital bagi pengelola untuk menjangkau 20 dusun yang tersebar di wilayah Desa Kuta, sehingga proses pengangkutan sampah menjadi lebih cepat dan efisien.
Ketua Bank Sampah Putri Nyale, Hanila, mengungkapkan bahwa kehadiran fasilitas baru ini menjadi angin segar bagi para pengelola. Sebelumnya, keterbatasan armada pengangkut seringkali menjadi kendala utama dalam mengoptimalkan layanan pemilahan sampah di tengah meningkatnya aktivitas ekonomi dan pariwisata di kawasan tersebut.
"Sebelumnya, kami kesulitan menjangkau seluruh wilayah karena keterbatasan kendaraan. Dengan adanya bantuan motor listrik roda tiga dari Pertamina, jangkauan penjemputan sampah kami kini jauh lebih luas dan mampu mengangkut volume sampah yang lebih besar," jelas Hanila.
Perjalanan Bank Sampah Putri Nyale sendiri tidaklah mudah. Didirikan pada tahun 2022, lembaga ini sempat mengalami masa sulit pada tahun 2023 akibat kendala teknis, termasuk masalah pasokan air untuk pengolahan sampah. Namun, berkat kolaborasi dengan berbagai pihak, kini operasional bank sampah tersebut kembali berjalan stabil dan siap mendukung keberlanjutan ekosistem wisata Mandalika yang hijau dan bersih.









Tinggalkan komentar