lintaswarta.co.id – Dunia sepak bola kembali menyaksikan keajaiban dari sosok Lionel Messi. Meski usianya sudah tidak lagi muda dan tidak lagi merumput di kompetisi elit Eropa, megabintang asal Argentina ini membuktikan bahwa kelasnya belum habis. Dalam perhelatan penghargaan Ballon d’Or 2026, Messi secara mengejutkan berhasil menembus lima besar pemungutan suara, sebuah pencapaian yang sangat prestisius di tengah gempuran pemain muda berbakat.
Pencapaian luar biasa ini diraih Messi berkat performa konsistennya bersama Inter Miami di Amerika Serikat serta kontribusi krusialnya bagi Timnas Argentina. Dalam daftar peringkat akhir, Messi harus puas menempati posisi kelima. Namun, yang membuat dunia terpana adalah fakta bahwa ia mampu mengungguli deretan pemain papan atas dunia lainnya, termasuk mesin gol Manchester City, Erling Haaland, serta bintang Paris Saint-Germain, Ousmane Dembele dan Khvicha Kvaratskhelia.
Pada edisi tahun ini, trofi emas paling bergengsi tersebut akhirnya jatuh ke tangan Harry Kane. Penyerang andalan Bayern Muenchen ini berhasil mengakhiri dahaga panjang sepak bola Inggris yang telah menunggu selama 25 tahun untuk memiliki pemenang Ballon d’Or. Di posisi kedua, Kylian Mbappe menyusul dengan performa yang tetap impresif. Sementara itu, fenomena muda Lamine Yamal berhasil mengamankan peringkat ketiga, disusul oleh rekan setimnya di Barcelona yang menempati urutan keempat.

Related Post
Keberhasilan Messi masuk dalam jajaran elit dunia ini tidak datang tanpa alasan. Sepanjang tahun 2025, ia menjadi motor penggerak utama Inter Miami hingga berhasil membawa klub tersebut merengkuh gelar MLS Cup. Tak hanya di level klub, Messi juga tampil magis saat membawa Argentina melaju hingga ke partai final Piala Dunia. Dalam turnamen tersebut, ia mencatatkan statistik mengerikan dengan koleksi delapan gol dan empat assist dari delapan pertandingan, yang membuatnya berhak atas penghargaan Silver Ball dan Silver Boot.
Meskipun finis di posisi kelima, banyak pengamat menilai ini adalah sinyal bahwa Messi mungkin akan melakukan perpisahan manis dengan daftar nominasi Ballon d’Or. Di usianya yang menginjak 39 tahun, ia berada di fase akhir karier profesionalnya. Menariknya, meski namanya masuk dalam jajaran lima besar, Messi memilih untuk tidak hadir dalam malam penganugerahan yang digelar di London tersebut.
Keputusan Messi untuk absen bukan tanpa alasan. Selain menyadari peluang memenangkan trofi tersebut cukup tipis, jadwal padat Inter Miami di kompetisi MLS menjadi kendala utama. Alih-alih terbang ke Inggris, Messi memilih tetap berada di Miami untuk fokus pada agenda pribadinya, yakni menyelenggarakan Messi Cup. Turnamen ini merupakan ajang bagi talenta muda berbakat di bawah usia 16 tahun dari seluruh dunia untuk menunjukkan kemampuan mereka di hadapan publik sepak bola internasional.








Tinggalkan komentar