lintaswarta.co.id, Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini tsunami yang menyasar wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Sulawesi Selatan. Peringatan ini menyusul gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,0 yang mengguncang Mbay Nagekeo, NTT, pada Sabtu pagi, 15 Agustus.
Gempa dahsyat tersebut tercatat terjadi pada pukul 04.58 WIB dengan titik koordinat 8.33 Lintang Selatan dan 121.32 Bujur Timur, pada kedalaman 10 kilometer. Kedalaman dangkal ini menjadi salah satu faktor pemicu potensi tsunami yang patut diwaspadai.
Melalui siaran langsung di kanal YouTube resminya, BMKG menegaskan bahwa hasil pemodelan tsunami menunjukkan adanya potensi gelombang laut di ketiga provinsi tersebut. "Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini berpotensi tsunami di wilayah Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat," demikian pernyataan resmi BMKG.

Related Post
Sejumlah area di NTT ditetapkan dalam status siaga tsunami, di mana ancaman gelombang diperkirakan mencapai ketinggian antara 0,5 meter hingga 3 meter. Wilayah tersebut meliputi Manggarai bagian utara, Ngada, Ende, dan Flores. Selain itu, Jeneponto di Sulawesi Selatan juga masuk dalam kategori siaga. Sementara itu, status waspada tsunami diberlakukan untuk Flores Timur, Bima, Dompu, dan Wajo, dengan perkiraan ketinggian gelombang hingga 0,5 meter.
Kengerian gempa dirasakan langsung oleh warga. Petrus, seorang penduduk Manggarai Barat, mengungkapkan guncangan yang sangat kuat. "Betul, kencang sekali gempanya," ujarnya, menggambarkan intensitas guncangan yang terjadi. Peringatan ini menekankan pentingnya kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat di wilayah terdampak untuk mengikuti arahan dari pihak berwenang guna meminimalisir risiko yang mungkin timbul.







Tinggalkan komentar