Prabowo Buka Jalan RI Jadi Pusat Medis Global

Harimurti

Prabowo Buka Jalan RI Jadi Pusat Medis Global

lintaswarta.co.id, Jakarta – Sebuah terobosan signifikan dalam dunia pendidikan tinggi Indonesia akan segera terwujud. Presiden Prabowo Subianto secara resmi menggandeng Imperial College London, institusi pendidikan terkemuka dunia, untuk merealisasikan pembangunan 10 universitas medis dan sains baru di Tanah Air. Kemitraan strategis ini dirancang untuk memastikan kualitas pendidikan yang setara dengan standar global.

Imperial College, yang saat ini menduduki peringkat kedua dunia versi QS World University Rankings, akan berperan krusial dalam berbagai aspek. Mulai dari penyusunan kurikulum inovatif, penguatan kapasitas dan kualitas para dosen, pelaksanaan penelitian bersama yang relevan, hingga supervisi ketat terhadap standar pengajaran di perguruan tinggi yang akan didirikan.

Prabowo Buka Jalan RI Jadi Pusat Medis Global
Sumber Istimewa : akcdn.detik.net.id

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, mengonfirmasi bahwa kerja sama monumental ini menjadi salah satu agenda utama yang dibahas saat delegasi Imperial College diterima langsung oleh Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (22/6). "Tadi juga dibicarakan terkait dengan rencana Bapak Presiden mendirikan 10 medical and science university. Nantinya akan dibantu banyak oleh Imperial College," jelas Brian dalam konferensi pers.

COLLABMEDIANET

Brian lebih lanjut memaparkan bahwa pemerintah dan Imperial College sedang menjajaki pembentukan kemitraan strategis yang komprehensif. Tujuannya adalah untuk secara drastis meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia, khususnya di sektor kedokteran dan sains. Ia juga tidak menutup kemungkinan perluasan kerja sama ke bidang-bidang lain di luar pendidikan medis di masa mendatang.

Keterlibatan Imperial College tidak hanya sebatas pada aspek kurikulum. Kampus bergengsi ini juga akan mendukung pengembangan standar pengajaran, memfasilitasi program penelitian bersama (joint research), serta mengirimkan profesor tamu (visiting professor) untuk berbagi keahlian. "Nantinya kurikulumnya, penyiapan standar pengajarannya, kemudian joint research-nya, kemudian juga visiting professor akan banyak dilakukan bersama-sama dengan Imperial College dan juga kampus-kampus lainnya," imbuh Brian.

Kerja sama ini, menurut Brian, diharapkan dapat menjadi katalisator signifikan dalam peningkatan mutu pendidikan tinggi Indonesia. Dampak positifnya diharapkan tidak hanya terfokus pada 10 universitas medis baru yang akan dibangun, tetapi juga dapat merembet ke perguruan tinggi lain di berbagai daerah, menciptakan efek domino peningkatan kualitas secara nasional.

Penting untuk digarisbawahi, bentuk kerja sama yang dirancang bukanlah pembukaan kampus cabang Imperial College di Indonesia. Pemerintah menegaskan skema yang disiapkan adalah "strategic partnership program" atau kemitraan strategis. Dalam skema ini, Imperial College akan berperan sebagai mentor utama bagi perguruan tinggi Indonesia, khususnya kampus-kampus baru tersebut. Mereka akan menyupervisi kualitas dosen, standar penelitian, kurikulum, hingga desain fasilitas seperti rumah sakit pendidikan.

Penunjukan Imperial College sebagai mitra strategis tidak lepas dari reputasi globalnya yang tak terbantahkan. Selain menduduki posisi kedua dunia secara keseluruhan, kampus ini juga diakui sebagai yang terbaik keempat di dunia untuk bidang pendidikan medis. "Sehingga kalau kerja sama ini nanti bisa direalisasikan, tentu ini adalah sebuah peluang besar bagi bangsa Indonesia untuk bersama-sama langsung dengan kampus yang sangat top di dunia," tutup Brian.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar