lintaswarta.co.id – Bank Indonesia (BI) secara resmi memperkenalkan tiga program strategis dalam ajang Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026. Langkah besar ini diambil sebagai upaya nyata untuk memperkokoh ekosistem keuangan syariah di tanah air, mulai dari penguatan integritas pasar, perbaikan tata kelola zakat, hingga pengembangan kualitas sumber daya manusia (SDM) di kancah internasional.
Dalam pembukaan ISEF 2026 yang berlangsung di Jakarta, Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, menekankan bahwa ketiga program ini merupakan hasil sinergi lintas sektor yang melibatkan berbagai lembaga pemerintah, asosiasi, hingga institusi pendidikan.
Program pertama yang menjadi sorotan adalah peluncuran Islamic Financial Market Code of Conduct (ICoC). Program ini merupakan pedoman perilaku transaksi di pasar keuangan syariah yang disusun secara kolaboratif oleh Asosiasi Pasar Uang dan Pasar Valuta Asing Indonesia (APUVINDO) serta IIGMA. Pedoman ini juga melibatkan peran penting Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Related Post
"Ini adalah pedoman perilaku transaksi pasar keuangan syariah yang disusun bersama APUVINDO, IIGMA, Bank Indonesia, dan OJK. Program ini akan terus disempurnakan hingga tahun 2026 guna memastikan integritas dan efisiensi pasar keuangan syariah tetap terjaga," ujar Destry Damayanti.
Selain penguatan pasar, BI juga fokus pada perbaikan tata kelola dana sosial keagamaan. Program kedua adalah peluncuran Indeks Penerapan Prinsip Utama Zakat 2.0 atau Zakat Core Principles (ZCP). Indeks ini merupakan hasil pembaruan antara BAZNAS dan Bank Indonesia dengan menambahkan dimensi manajemen risiko. Tujuannya jelas, yakni untuk menciptakan tata kelola zakat yang lebih profesional, transparan, dan mampu bersaing di level global.
Menariknya, ISEF 2026 juga memperkenalkan program beasiswa internasional. Program ini dirancang untuk memberikan kesempatan bagi mahasiswa asing untuk menempuh pendidikan di Indonesia dengan memanfaatkan dana sosial syariah. Langkah ini diambil merespons tingginya minat pelajar mancanegara untuk mendalami sistem ekonomi syariah di Indonesia.
"Kami bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi karena prinsip syariah di Indonesia dinilai sangat baik dalam menciptakan kedamaian global. Melalui beasiswa ini, kita tidak hanya mencetak SDM unggul, tetapi juga mengoptimalkan pemanfaatan ZISWAF secara produktif serta memperluas pengenalan ekonomi syariah ke dunia luar," tambah Destry.
ISEF 2026 sendiri mengusung tema besar "Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital". Acara yang digelar di JICC pada 14-18 Oktober 2026 ini melibatkan berbagai mitra strategis, mulai dari lembaga internasional seperti Islamic Development Bank (IsDB), hingga lembaga nasional seperti BPKH, BPJPH, BAZNAS, dan BWI. Melalui kolaborasi ini, Indonesia optimis dapat menjadi pusat ekonomi syariah dunia yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.









Tinggalkan komentar