lintaswarta.co.id melaporkan bahwa setidaknya tiga gunung api aktif di Indonesia menunjukkan peningkatan aktivitas erupsi yang signifikan sejak dini hari tadi, Jumat (11/9). Berdasarkan data terbaru dari laman Magma Indonesia yang dikelola Badan Geologi Kementerian ESDM, gunung-gunung yang dimaksud adalah Semeru di Lumajang, Jawa Timur; Ili Lewotolok di Pulau Lembata, Nusa Tenggara Timur; dan Gunung Ibu di Pulau Halmahera, Maluku Utara. Ketiga raksasa geologi ini memang dikenal memiliki intensitas erupsi yang tinggi dan telah menunjukkan aktivitas serupa dalam beberapa waktu terakhir.
Gunung Semeru, yang merupakan puncak tertinggi di Pulau Jawa, telah meletus sebanyak lima kali hingga pukul 09.35 WIB. Erupsi pertama tercatat pada pukul 00.26 WIB. Petugas pemantau seringkali melaporkan bahwa visual letusan tidak teramati, namun aktivitas vulkanik terus berlangsung. Salah satu letusan pada pukul 06.16 WIB bahkan terekam seismograf dengan amplitudo maksimum 23 mm selama 187 detik. Menurut Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Semeru memegang rekor sebagai gunung dengan letusan terbanyak sepanjang tahun ini, mencapai 1831 kali.
Di Halmahera, Gunung Ibu juga tidak kalah aktif. Sejak pergantian hari, gunung ini telah meletus lima kali. Letusan pertama setelah tengah malam terjadi pukul 00.49 WIT, menghasilkan kolom abu setinggi sekitar 400 meter di atas puncak. Kolom abu tersebut teramati berwarna kelabu tebal dan bergerak ke arah barat laut. Erupsi ini tercatat dengan amplitudo 28 mm dan durasi 48 detik. PVMBG menempatkan Gunung Ibu di posisi kedua dengan total 1537 letusan sepanjang tahun ini, menunjukkan intensitas yang luar biasa.

Related Post
Sementara itu, Gunung Ili Lewotolok di Pulau Lembata, NTT, mencatat enam kali erupsi pada hari ini. Letusan pertama terjadi pukul 00.57 Wita, terekam seismograf dengan amplitudo maksimum 40 mm selama 70 detik. Petugas melaporkan bahwa letusan terakhir yang tercatat hingga saat ini, pada pukul 09.06 Wita, memuntahkan kolom abu setinggi sekitar 700 meter. Kolom abu ini berwarna kelabu tebal dan mengarah ke barat. Dengan total 116 letusan sepanjang tahun ini, Ili Lewotolok berada di urutan keenam gunung api paling aktif menurut data PVMBG.
Aktivitas simultan ketiga gunung api ini menggarisbawahi dinamika geologi Indonesia yang tinggi. Badan Geologi melalui PVMBG terus memantau ketat perkembangan situasi untuk memastikan keselamatan masyarakat di sekitar lereng gunung. Kewaspadaan tetap menjadi prioritas utama di tengah intensitas erupsi yang berkelanjutan ini.









Tinggalkan komentar