Lintaswarta.co.id melaporkan, sebuah insiden mengerikan mengguncang ruas Tol Wiyoto Wiyono, Jakarta Utara, pada Rabu (9/9) malam. Sebuah truk tronton terlibat kecelakaan fatal yang menyebabkan kendaraan oleng dan menabrak unit operasional milik Citra Marga beserta sejumlah pekerja. Peristiwa tragis ini, yang terjadi sekitar pukul 23.40 WIB di KM 20.200A, menewaskan tiga orang pekerja pemeliharaan jalan tol.
Kronologi kejadian memilukan ini diawali ketika truk tronton tersebut melaju di lajur satu, bergerak dari arah Tanjung Priok menuju Pluit. Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, setibanya di titik KM 20.200 jalur A, pengemudi truk diduga kuat mengalami microsleep, sebuah kondisi tertidur singkat yang tidak disadari. Akibatnya, truk kehilangan kendali, menabrak traffic cone, sebelum akhirnya menghantam keras mobil proyek Citra Marga dan para pekerja yang tengah menjalankan tugas pemeliharaan infrastruktur jalan tol.
Kepala Satuan Patroli Jalan Raya (Kasat PJR) Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Rieki Indra Brata Manggala, mengonfirmasi detail kecelakaan tersebut. "Setiba di KM 20.200 jalur A, pengemudi mengalami microsleep dan menabrak traffic cone dilanjutkan menabrak kendaraan kedua, mobil proyek Citra Marga beserta pekerja proyek yang sedang mengerjakan proyek jalan tol," jelas Rieki dalam pernyataan resminya pada Kamis (10/9).

Related Post
Tiga nyawa melayang dalam tragedi ini. Dua korban, Suroto, yang merupakan petugas pengawas beton dan pemeliharaan, serta Yunus, ditemukan meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara itu, korban ketiga, Baharudin, menghembuskan napas terakhirnya setelah sempat dilarikan dan menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Koja. Selain korban jiwa, insiden ini juga mengakibatkan dua orang lainnya mengalami luka-luka dan kini dalam penanganan medis.
Pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan komprehensif untuk mengungkap secara pasti seluruh faktor penyebab kecelakaan. Namun, dugaan awal yang kuat mengarah pada kelalaian pengemudi truk tronton yang mengalami microsleep. Peristiwa ini menjadi pengingat serius akan bahaya kelelahan dan kantuk saat berkendara, terutama bagi pengemudi kendaraan besar yang beroperasi di malam hari.







Tinggalkan komentar