Pecah Kongsi? Hamas Desak Iran Hentikan Serangan Rudal!

Harimurti

Pecah Kongsi? Hamas Desak Iran Hentikan Serangan Rudal!

Lintaswarta.co.id, Jakarta – Dalam sebuah langkah yang mengejutkan dan jarang terjadi, kelompok militan Palestina, Hamas, secara terbuka mendesak pemerintah Iran untuk menahan diri dan tidak menargetkan negara-negara tetangga di tengah gejolak konflik regional. Meskipun demikian, Hamas tetap menegaskan hak Teheran untuk melakukan pembelaan diri terhadap agresi yang dilakukan oleh Israel dan Amerika Serikat. Seruan ini juga dibarengi dengan permintaan kepada komunitas internasional agar segera mengupayakan penghentian perang yang telah mencengkeram Timur Tengah sejak akhir Februari lalu.

Pernyataan yang dirilis oleh Hamas, dan merupakan seruan publik pertama mereka kepada Teheran, menegaskan, "Sambil menegaskan hak Republik Islam Iran untuk menanggapi agresi ini dengan segala cara yang tersedia sesuai dengan norma dan hukum internasional, gerakan ini menyerukan kepada saudara-saudara di Iran untuk menghindari penargetan negara-negara tetangga." Seruan ini muncul di tengah konflik dua tahun yang sedang berlangsung antara Hamas dan Israel di Gaza.

Pecah Kongsi? Hamas Desak Iran Hentikan Serangan Rudal!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Sebelumnya, Hamas mengutuk keras pembunuhan pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, pada hari pertama perang, menyebutnya sebagai "kejahatan keji." Kelompok tersebut secara terbuka mengakui dukungan jangka panjang Khamenei, yang disebutnya telah memberikan "semua bentuk dukungan politik, diplomatik, dan militer kepada rakyat kami, perjuangan kami, dan perlawanan kami." Respons Iran terhadap agresi ini tidak main-main. Meskipun menghadapi superioritas militer Amerika Serikat dan Israel, Teheran dilaporkan telah melancarkan serangan rudal dan drone ke setidaknya 10 negara.

COLLABMEDIANET

Sebagai contoh, pemerintah Qatar pada akhir pekan lalu melaporkan telah berhasil mencegat dua rudal setelah ledakan keras terdengar di ibu kota Doha, yang memicu evakuasi di beberapa area.

Seruan Hamas ini juga bertepatan dengan keterlibatan sekutu Iran lainnya, kelompok bersenjata Lebanon Hizbullah, yang kembali terjun ke dalam konflik. Hizbullah meluncurkan ratusan roket ke Israel segera setelah pecahnya perang, menyusuli pembunuhan Khamenei. Sejak saat itu, serangan balasan Israel telah menewaskan hampir 800 orang di Lebanon, berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan Lebanon.

Desakan Hamas agar Iran menghentikan penargetan negara-negara regional menjadi sangat signifikan, mengingat Teheran telah lama dikenal sebagai salah satu pendukung utama dan terpenting bagi kelompok tersebut. Para analis memperkirakan bahwa Iran menyalurkan puluhan juta dolar kepada Hamas setiap tahunnya.

Di bawah kepemimpinan mendiang Khamenei, Iran secara konsisten memandang dukungan terhadap kelompok-kelompok Palestina seperti Hamas sebagai pilar fundamental strategi regionalnya dalam menghadapi Israel dan sekutunya. Selain Iran, beberapa negara mayoritas Sunni juga menjaga hubungan dengan Hamas, dengan Qatar dan Turki menjadi yang paling menonjol.

Qatar, khususnya, telah menjadi penyokong finansial utama yang terkait dengan Gaza selama periode pemerintahan Hamas. Sebagian besar dana yang disalurkan digambarkan sebagai bantuan kemanusiaan atau rekonstruksi, mencakup gaji pegawai negeri, pasokan bahan bakar, dan pembangunan infrastruktur. Namun, para kritikus berpendapat bahwa karena Hamas menguasai seluruh Gaza hingga pecahnya perang setelah 7 Oktober 2023, sebagian dari bantuan ini secara tidak langsung turut memperkuat otoritas politik kelompok tersebut.

Lebih lanjut, Qatar juga menjadi tuan rumah bagi kepemimpinan politik Hamas di Doha, sebuah peran yang memungkinkan kelompok tersebut untuk menjaga kontak internasional serta berpartisipasi aktif dalam berbagai negosiasi dan upaya mediasi di panggung global.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar