Lintaswarta.co.id – Militer Israel dilaporkan telah berhasil merebut Kastil Beaufort yang berusia 900 tahun beserta punggungan strategisnya di Lebanon selatan pada Minggu (31/5/2024). Perebutan ini menandai kemajuan signifikan melawan kelompok Hizbullah yang didukung Iran, meskipun gencatan senjata telah diumumkan lebih dari enam minggu sebelumnya.
Kastil bersejarah ini, yang terletak di Punggungan Beaufort, kini menjadi saksi bisu berkibarnya bendera Israel dan bendera Brigade Golani. Penguasaan atas benteng abad pertengahan ini memperdalam jejak militer Israel di Lebanon, menunjukkan bahwa front Israel-Hizbullah tetap aktif di tengah gencatan senjata paralel dalam konflik Iran yang lebih luas.
Menurut laporan Lintaswarta.co.id yang mengutip Reuters, kemajuan ini memberikan pasukan Israel sebuah titik pengawasan krusial. Dari Kastil Beaufort, mereka kini memiliki pandangan luas atas sebagian besar wilayah Lebanon selatan dan Israel utara, area yang sebelumnya sering menjadi titik peluncuran serangan ke arah pemukiman Israel.

Related Post
Keterlibatan Hizbullah dalam konflik AS-Israel melawan Iran dimulai pada 2 Maret, ketika kelompok tersebut melancarkan serangan roket dan drone ke Israel, beberapa hari setelah konflik Iran dimulai. Sejak saat itu, Israel secara aktif berupaya mengusir milisi yang didukung Iran tersebut dari perbatasan utaranya, menjadikan perebutan Kastil Beaufort sebagai langkah strategis dalam upaya tersebut.


Tinggalkan komentar