Lintaswarta.co.id – Bayangkan skenario ini: Anda sedang menikmati liburan panjang di pelosok kota atau daerah terpencil, jauh dari keramaian ATM. Tiba-tiba, kebutuhan mendesak akan uang tunai muncul untuk transaksi, namun fasilitas perbankan terdekat tak kunjung terlihat. Panik? Tidak perlu lagi, terutama bagi Anda nasabah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) yang juga pengguna aplikasi BRImo.
Berkat inovasi BRILink, kini menarik tunai bukan lagi perkara sulit. Warung-warung kelontong yang menjadi agen BRILink tersebar luas di seluruh penjuru negeri, siap melayani transaksi penarikan uang tunai hanya dengan bermodalkan ponsel pintar Anda. Kemudahan akses ini menjadi angin segar bagi masyarakat, khususnya di daerah yang minim fasilitas perbankan.
Aplikasi BRImo telah dilengkapi fitur tarik tunai yang terintegrasi dengan jaringan AgenBRILink. Pengguna dapat melakukan penarikan mulai dari Rp50.000 hingga Rp5.000.000 dalam sekali transaksi. Biaya administrasi yang dikenakan pun sangat terjangkau, hanya sekitar Rp3.000 per transaksi, menjadikan layanan ini pilihan ekonomis dan praktis. Prosesnya pun dirancang sangat sederhana dan intuitif, memungkinkan siapa saja untuk melakukan penarikan tunai tanpa kerumitan. Cukup dengan beberapa langkah mudah di aplikasi BRImo, uang tunai sudah bisa Anda dapatkan langsung di warung terdekat.

Related Post
Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menegaskan peran strategis BRILink sebagai ujung tombak akses keuangan. "BRILink itu jumlahnya 1,2 juta, tersebar di seluruh Indonesia, dan bisa masuk ke kampung-kampung, karena di kampung tidak ada bank, tapi ini adalah namanya Agent Banking, itu kita lakukan semua," ujar Hery Gunardi kepada CNBC Indonesia dalam Jogja Financial Festival 2026 di Bantul, Kamis (28/5/2026). Pernyataan ini menunjukkan komitmen BRI untuk menjangkau masyarakat hingga ke pelosok.
Kehadiran BRILink menjadi "oase" bagi jutaan masyarakat yang selama ini belum tersentuh layanan perbankan atau sering disebut sebagai unbanked. Data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat, pada tahun 2025, masih ada sekitar 15,3 juta orang (usia 15-69 tahun) di Indonesia yang masuk kategori unbanked, meskipun angka ini telah menyusut dari 23,5 juta pada tahun sebelumnya. BRILink hadir untuk mengisi celah tersebut.
BRILink sendiri merupakan bagian dari layanan agent banking BRI, di mana agen bertindak sebagai perpanjangan tangan bank untuk melayani berbagai transaksi perbankan secara real-time menggunakan perangkat miniATM EDC BRI, dengan konsep berbagi biaya. Jaringan yang mampu menjangkau daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) ini diharapkan mampu mendorong inklusi keuangan secara signifikan, menciptakan pemerataan akses perbankan di seluruh Indonesia.
Selain tarik tunai, AgenBRILink juga menawarkan beragam fitur utama lainnya yang sangat bermanfaat, seperti transfer ke sesama BRI atau bank lain, pembayaran tagihan listrik dan air, pembelian pulsa, pembayaran zakat, hingga fungsi ATM mini, dan masih banyak lagi. Ini menjadikan BRILink sebagai solusi keuangan lengkap di tengah masyarakat. Dengan demikian, BRILink tidak hanya mempermudah akses tarik tunai, tetapi juga menjadi pilar penting dalam mewujudkan ekosistem keuangan yang lebih inklusif dan merata di Indonesia.


Tinggalkan komentar