lintaswarta.co.id – Tim nasional Belanda berhasil menunjukkan mentalitas baja dalam laga sengit lanjutan UEFA Nations League. Skuad berjuluk Oranje tersebut sukses mengamankan hasil imbang dramatis 2-2 saat bertandang ke markas Yunani di Stadio Toumbas. Meski sempat tertinggal dua gol, Belanda mampu bangkit di menit-menit akhir berkat aksi heroik Tijjani Reijnders.
Pertandingan dimulai dengan tensi tinggi di mana tuan rumah, Yunani, langsung mengambil inisiatif serangan. Pada menit ke-15, Christos Tzolis sebenarnya sempat merobek jala gawang Belanda. Namun, kegembiraan publik tuan rumah sirna setelah wasit menganulir gol tersebut. Keputusan tersebut diambil karena adanya pemain Yunani, Vangelis Pavlidis, yang berada dalam posisi offside dan dianggap menghalangi pandangan kiper Belanda, Bart Verbruggen.
Drama tidak berhenti di situ. Tzolis yang menjadi pencetak gol pertama tersebut harus ditarik keluar lapangan akibat cedera. Pergantian pemain ini justru menjadi titik balik bagi Yunani. Pemain pengganti, Giorgos Masouras, langsung menunjukkan taringnya. Pada menit ke-23, Masouras memberikan umpan flick-on yang sangat akurat kepada Fotis Ioannidis. Ioannidis yang berhasil lolos ke dalam kotak penalti kemudian melepaskan tembakan melengkung yang gagal diantisipasi oleh Verbruggen. Skor 1-0 untuk Yunani.

Related Post
Yunani semakin dominan sebelum turun minum. Kesalahan fatal yang dilakukan Ruben van Bommel saat melakukan umpan balik dimanfaatkan dengan baik oleh Ioannidis. Ia kemudian mengoper bola kepada Masouras yang dengan tenang menyambar bola dari jarak dekat untuk menggandakan keunggulan menjadi 2-0 pada masa injury time babak pertama.
Memasuki babak kedua, Belanda mulai meningkatkan intensitas serangan untuk mengejar ketertinggalan. Upaya mereka membuahkan hasil pada menit ke-59 melalui aksi kapten Virgil van Dijk. Memanfaatkan situasi sepak pojok yang dieksekusi dengan apik oleh Joey Veerman, Van Dijk melompat tinggi dan menyundul bola masuk ke gawang Yunani, mengubah skor menjadi 1-2.
Belanda sebenarnya memiliki peluang emas untuk menyamakan kedudukan lebih awal melalui Denzel Dumfries. Namun, keberuntungan belum berpihak pada mereka karena dua gol Dumfries dianulir oleh wasit akibat posisi offside.
Ketegangan memuncak di penghujung laga. Saat pertandingan tampak akan berakhir dengan kemenangan Yunani, Belanda kembali menggempur. Pada menit ke-89, sebuah skema serangan yang melibatkan Noa Lang menghasilkan bola liar setelah diblok oleh Konstantinos Mavropanos. Tijjani Reijnders yang sigap langsung menyambar bola pantulan tersebut dengan tendangan voli tajam dari tepi kotak penalti. Gol tersebut menjadi penyelamat bagi Belanda.
Hasil imbang ini menjaga catatan positif Belanda yang belum terkalahkan dalam tiga laga terakhir di Nations League, dengan komposisi satu kemenangan dan dua hasil imbang. Di sisi lain, Yunani juga tetap menunjukkan performa impresif dengan catatan belum terkalahkan, yang membuat mereka kokoh bertengger di puncak klasemen Grup A2. Melaporkan dari lapangan, pertandingan ini menjadi bukti bahwa dalam sepak bola, laga belum usai sebelum peluit panjang dibunyikan.








Tinggalkan komentar