BREAKING! AS Hancurkan Dermaga Venezuela, Perang Narkoba Memanas!

Harimurti

BREAKING! AS Hancurkan Dermaga Venezuela, Perang Narkoba Memanas!

Lintaswarta.co.id melaporkan, ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Venezuela telah mencapai titik didih baru setelah Paman Sam melancarkan serangan pertama yang menyasar fasilitas di daratan Venezuela. Sebuah dermaga di kota pelabuhan Maracaibo dilaporkan menjadi sasaran bombardir AS, menandai eskalasi signifikan dalam konflik yang memanas, terutama pasca kembalinya Donald Trump ke kursi kepresidenan.

Serangan ini merupakan puncak dari kampanye agresif yang dilancarkan Trump sejak kembali berkuasa, yang sebelumnya menargetkan kapal-kapal Venezuela di Laut Karibia dan Pasifik. Trump bersikeras bahwa tindakan ini adalah bagian integral dari "perang melawan narkoba" yang mengancam keamanan AS. Di sisi lain, Presiden Venezuela Nicolas Maduro secara konsisten menafsirkan langkah-langkah AS ini sebagai upaya terang-terangan untuk menggulingkan pemerintahannya yang sah.

BREAKING! AS Hancurkan Dermaga Venezuela, Perang Narkoba Memanas!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Berbicara kepada wartawan di resor Mar-a-Lago pada Rabu (31/12/2025), Trump dengan tegas menyatakan, "Terjadi ledakan besar di area dermaga tempat mereka memuat kapal-kapal dengan narkoba." Ia melanjutkan, "Jadi kami menyerang semua kapal, dan sekarang kami menyerang area tersebut, itu adalah area pelaksanaan, di situlah mereka melaksanakannya. Dan area itu sudah tidak ada lagi." Pernyataan ini mengindikasikan kehancuran total fasilitas tersebut.

COLLABMEDIANET

Meskipun Trump tidak merinci apakah operasi tersebut dilakukan oleh militer atau CIA, maupun lokasi persisnya selain "di sepanjang pantai," informasi lebih lanjut mulai terkuak. Sumber-sumber yang dekat dengan operasi tersebut mengonfirmasi kepada CNN International dan The New York Times bahwa serangan itu merupakan operasi drone yang dilancarkan oleh CIA, menargetkan fasilitas pelabuhan.

Diyakini, target utama serangan ini adalah geng kriminal Venezuela yang dikenal sebagai Tren de Aragua. Beruntungnya, tidak ada laporan korban jiwa karena tidak ada seorang pun yang berada di lokasi saat operasi berlangsung. Meskipun rekaman media sosial yang beredar diduga menunjukkan dampak serangan, belum ada pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah Venezuela terkait insiden ini.

Serangan ini bukan tanpa isyarat sebelumnya. Pada hari Jumat pekan lalu, Trump memang pernah mengisyaratkan niat AS untuk menghancurkan "fasilitas besar" di Venezuela yang disebutnya sebagai "pabrik" tempat narkotika berasal, memberikan konteks terhadap tindakan militer terbaru ini. Eskalasi ini dipastikan akan memicu gelombang reaksi internasional dan memperdalam jurang ketegangan antara kedua negara.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar