lintaswarta.co.id – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus memperkuat komitmennya dalam mencetak generasi muda yang kompeten melalui partisipasi aktif dalam Program Magang Nasional yang diinisiasi oleh Kementerian Ketenagakerjaan. Program strategis ini dirancang khusus untuk memberikan kesempatan bagi para lulusan perguruan tinggi atau fresh graduate agar bisa merasakan langsung dinamika kerja di sektor industri perbankan.
Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, melakukan kunjungan langsung untuk meninjau jalannya program magang di lingkungan BRI. Dalam kunjungannya, Yassierli berdialog dengan para peserta serta mentor, serta bertemu dengan alumni program magang yang kini telah resmi menjadi bagian dari keluarga besar BRI. Ia memberikan apresiasi tinggi terhadap metode pembelajaran yang diterapkan oleh BRI.
Menurut Yassierli, keunggulan program di BRI terletak pada sistem pendampingan mentor yang sangat terstruktur. Selama enam bulan masa magang, para peserta tidak hanya sekadar bekerja, tetapi dibimbing secara mendalam melalui kurikulum yang terencana. Mentor di BRI berperan aktif dalam merancang detail kompetensi, praktik kerja, hingga proyek nyata yang harus dikelola oleh peserta.

Related Post
"Saya sangat mengapresiasi BRI karena programnya dirancang dengan sangat matang. Mentor membantu menyiapkan secara detail apa yang akan dipelajari dan dipraktikkan selama enam bulan ke depan. Harapannya, saat masa magang berakhir, mereka sudah memiliki kompetensi yang mumpuni untuk menghadapi dunia kerja yang sesungguhnya," ujar Yassierli sebagaimana dikutip pada Jumat (23/10/2026).
Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menambahkan bahwa program ini memberikan ruang bagi peserta untuk mengaplikasikan teori akademis yang mereka dapatkan di bangku kuliah ke dalam praktik nyata di lapangan. Dengan terlibat langsung dalam operasional perbankan, peserta diharapkan memiliki bekal karier yang kuat, baik jika mereka memutuskan untuk bergabung dengan BRI maupun saat melamar di industri lainnya.
Tahun ini menandai tahun kedua BRI berpartisipasi dalam program nasional ini. Sejak dimulai pada 2025, BRI telah menjadi wadah belajar bagi 1.354 peserta. Pada tahun 2025, tercatat sebanyak 571 peserta mengikuti program dalam tiga gelombang. Sementara itu, pada tahun berjalan, terdapat 783 peserta aktif yang sedang menjalani masa magang.
Distribusi peserta dilakukan secara merata untuk memberikan pengalaman yang luas. Sebanyak 436 peserta ditempatkan di 65 grup Kantor Pusat BRI, mencakup bidang teknologi informasi, manajemen risiko, wealth management, hingga bisnis ultramikro. Sementara itu, 347 peserta lainnya disebar ke 17 Kantor Wilayah (Regional Office) BRI, mulai dari Medan hingga Jayapura.
Hery menjelaskan bahwa penyebaran ini bertujuan agar akses pengalaman kerja tidak hanya terpusat di Jakarta atau kota-kota besar saja. Untuk menjaga kualitas, BRI menerapkan kurikulum BRILiaN Internship Assistant Program yang mencakup analisis data, administrasi operasional, komunikasi efektif, hingga pengetahuan perbankan secara menyeluruh.
Keberhasilan program ini mulai terlihat dari hasil nyata. Dari 571 alumni tahun 2025, sebanyak 133 orang telah berhasil direkrut menjadi karyawan tetap di BRI. Meski demikian, Hery menegaskan bahwa indikator keberhasilan utama bukan hanya soal rekrutmen, melainkan peningkatan etos kerja dan kepercayaan diri para peserta.
"Tujuan besarnya adalah memastikan mereka memiliki bekal yang kuat untuk menghadapi dunia profesional. Kami ingin pengalaman di BRI memberikan nilai tambah bagi perjalanan karier mereka di masa depan," pungkas Hery.
Program Magang Nasional sendiri merupakan bagian dari visi pemerintah untuk memperluas kesempatan kerja bagi generasi muda. Pada tahun 2026, pemerintah menargetkan sebanyak 150 ribu peserta dapat merasakan pengalaman magang selama enam bulan guna meningkatkan kesiapan tenaga kerja nasional.








Tinggalkan komentar