Buronan Berhadiah Fantastis di Filipina

Moch Divan

Buronan Berhadiah Fantastis di Filipina

lintaswarta.co.id – Pemerintah Filipina secara resmi telah meluncurkan sayembara besar-besaran dengan imbalan uang tunai yang sangat fantastis untuk memburu salah satu tokoh paling berpengaruh di negara tersebut. Sosok yang kini menjadi buronan utama ini adalah Ronald "Bato" Dela Rosa, mantan Kepala Kepolisian Filipina yang saat ini masih menjabat sebagai anggota senat aktif. Langkah drastis ini diambil sebagai respons atas perintah penangkapan yang dikeluarkan oleh Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) terkait keterlibatannya dalam operasi pembantaian antinarkoba di masa kepemimpinan mantan Presiden Rodrigo Duterte.

Keputusan pemerintah untuk menetapkan nilai hadiah yang sangat tinggi ini bukan tanpa alasan. Menteri Dalam Negeri Filipina, Juanito Victor Remulla, menyatakan bahwa Dela Rosa kini telah dikategorikan sebagai ancaman tingkat tinggi bagi keamanan negara. Pemerintah menetapkan nilai hadiah sebesar US$ 786.000 atau setara dengan lebih dari Rp 14 miliar bagi siapa saja yang berhasil menyerahkan sang senator kepada pihak berwenang.

Buronan Berhadiah Fantastis di Filipina
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

"Mulai hari ini, Senator Bato akan dianggap sebagai individu bersenjata yang sangat berbahaya. Oleh karena itu, kami menyiapkan hadiah sebesar US$ 786.000 untuk penangkapannya," tegas Remulla dalam sebuah pernyataan resmi. Ia juga menambahkan bahwa tindakan Dela Rosa yang memilih bersembunyi selama berbulan-bulan menunjukkan sikap pengecut, dan pemerintah berkomitmen untuk menuntut keadilan bagi seluruh korban operasi tersebut tanpa ampun.

COLLABMEDIANET

Pelarian Dela Rosa menjadi sorotan tajam setelah ia sempat muncul ke publik pada Mei lalu untuk berlindung di gedung Senat. Namun, upaya penangkapan tersebut berakhir dengan situasi mencekam yang melibatkan baku tembak antara petugas keamanan dan tim penyelidik. Dalam kekacauan tersebut, Dela Rosa berhasil meloloskan diri dan menghilang dari pantauan otoritas.

Kasus ini semakin memanas menjelang jadwal persidangan Rodrigo Duterte yang dijadwalkan pada 30 November mendatang. Duterte sendiri telah ditahan di Den Haag setelah ditangkap di Manila pada Maret tahun lalu atas tuduhan kejahatan terhadap kemanusiaan. Dela Rosa disebut sebagai salah satu dari delapan aktor intelektual di balik kebijakan keras perang terhadap narkoba yang telah menelan ribuan korban jiwa.

Kepala Kepolisian Filipina, Jose Melencio Nartatez, menduga bahwa Dela Rosa saat ini sedang mendapatkan perlindungan dari kelompok bersenjata atau simpatisan setia yang masih setia kepada rezim lama. Pemerintah pun telah membentuk satuan tugas khusus untuk melacak keberadaan sang buronan guna menyerahkannya langsung ke ICC. Pihak kepolisian juga memberikan peringatan keras bagi siapa pun yang mencoba melindungi Dela Rosa agar siap menghadapi konsekuensi hukum yang berat.

Skandal ini membuka kembali luka lama mengenai kampanye antinarkoba di Filipina yang diklaim telah menewaskan lebih dari 6.000 orang dengan dalih membela diri. Kini, mata dunia tertuju pada Filipina saat upaya perburuan terhadap mantan petinggi kepolisian ini terus dilakukan demi menegakkan supremasi hukum internasional.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar