lintaswarta.co.id – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) melalui inisiatif BRI Peduli terus menunjukkan komitmen nyatanya dalam mempercepat pemerataan akses energi bersih di berbagai pelosok tanah air. Melalui program bertajuk Energi Surya untuk Pedesaan dan Pemulihan Pascabencana, bank pelat merah ini berupaya menghadirkan solusi listrik berkelanjutan bagi masyarakat yang selama ini masih menghadapi kendala pasokan energi.
Langkah strategis ini bukan sekadar aksi sosial biasa, melainkan bagian dari dukungan BRI terhadap agenda pembangunan nasional yang tertuang dalam Asta Cita. Program ini menyasar tiga poin krusial, yakni pemenuhan kebutuhan energi berkelanjutan, penguatan ekonomi berbasis desa, serta peningkatan ketahanan masyarakat terhadap dampak perubahan iklim dan bencana alam.
Salah satu keberhasilan yang mencolok terlihat di Desa Bojong, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Di sana, BRI telah membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) off-grid dengan kapasitas 17,4 kWp dan sistem penyimpanan energi sebesar 43,2 kWh. Fasilitas ini menjadi "napas baru" bagi pelayanan publik di balai desa serta sektor ekonomi lokal, khususnya peternakan ayam petelur yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Related Post
Kehadiran teknologi ini memberikan dampak ekonomi yang terukur. Dengan adanya PLTS, gangguan pelayanan publik akibat pemadaman listrik diperkirakan dapat ditekan hingga 75 jam per tahun. Tak hanya itu, stabilitas pasokan listrik juga diprediksi mampu mendongkrak produksi telur BUMDes hingga lebih dari 10 persen, yang secara langsung memperkuat struktur ekonomi desa.
Apad Sutisna, Kepala Desa Bojong, menceritakan betapa signifikannya perubahan yang dirasakan warga. Menurutnya, desa kini terasa lebih hidup dan aman. "Setelah PLTS hadir, perubahan terasa sangat nyata. Desa menjadi lebih terang, anak-anak bisa belajar dengan tenang di malam hari, dan pelaku usaha kecil bisa lebih produktif. Ini memberikan harapan baru bagi kemajuan desa kami," ujarnya.
Tak hanya fokus pada pembangunan desa, BRI Peduli juga bergerak cepat dalam misi kemanusiaan. Di wilayah Sumatera yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor, BRI telah menyalurkan 1.416 unit perangkat tenaga surya portabel. Bantuan ini tersebar di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, sebanyak 522 unit, serta di Kabupaten Aceh Timur sebanyak 894 unit. Perangkat ini menjadi penyelamat bagi keluarga terdampak untuk mendapatkan penerangan dan mengisi daya alat komunikasi di tengah kondisi infrastruktur listrik yang masih lumpuh.
Secara keseluruhan, program ini telah menyentuh 1.456 kepala keluarga dengan total penerima manfaat tidak langsung mencapai 8.376 jiwa. Dari sisi lingkungan, dengan total kapasitas terpasang sekitar 600 kWp, program ini mampu menghasilkan 585 MWh listrik bersih setiap tahunnya. Hal ini setara dengan pengurangan emisi gas rumah kaca hingga 491,2 ton CO2e per tahun.
Corporate Secretary BRI, Dhanny, menegaskan bahwa perluasan akses energi bersih ini adalah bagian dari misi pembangunan inklusif. Ia menekankan bahwa energi alternatif sangat vital, terutama dalam situasi darurat pascabencana, untuk membantu masyarakat memulihkan kehidupan sosial dan ekonomi mereka secara bertahap. Melalui langkah ini, BRI berharap dapat terus menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat dan bumi.






Tinggalkan komentar