Lintaswarta.co.id melaporkan, PT Pegadaian kini tak lagi sekadar menjadi solusi kala krisis finansial. Di bawah kepemimpinan Direktur Human Capital, Tribuana Tunggadewi, perusahaan pelat merah ini tengah gencar bertransformasi, beralih fokus dari sekadar bisnis gadai menuju gerbang investasi emas. Pergeseran paradigma ini diungkapkan Tunggadewi dalam ajang Top Woman Fest 2026 di Jakarta, Sabtu (25/4/2026), di mana ia membeberkan strategi kepemimpinan "dengan hati" yang disebut EMAS.
"Dulu, tagline kami adalah ‘menyelesaikan masalah tanpa masalah’. Orang datang ke Pegadaian saat butuh uang cepat, menggadaikan cincin, dan dalam lima menit dana cair," kenang Tribuana Tunggadewi. Namun, kini lanskapnya berbeda. "Transformasi kami adalah mengajak orang yang punya uang untuk menginvestasikan dananya, khususnya dalam bentuk emas," tegasnya, memperkenalkan aplikasi Tring! by Pegadaian sebagai jembatan digital untuk transaksi finansial daring, baik konvensional maupun syariah. Melalui aplikasi ini, kontrol penuh atas kebutuhan finansial kini ada di tangan pengguna.

Dalam memandu perubahan besar ini, perempuan yang akrab disapa Dewi tersebut mengadopsi filosofi kepemimpinan "dengan hati" yang ia singkat menjadi EMAS: Empower, Mindful, Authentic, dan Significant Impact. "Jika kita ingat Pegadaian, kita ingat emas. Jadi saya menggunakan kata emas ini sebagai panduan," jelasnya. Huruf ‘E’ atau Empower, diartikan sebagai pendekatan persuasif, bukan pemaksaan. "Kami mengajak, bukan memaksa. Bagaimana kita bersama-sama bertransformasi dari bisnis gadai menjadi semacam ‘billion bank’ untuk bisnis emas," imbuhnya.

Related Post
Selanjutnya, ‘M’ untuk Mindful, menekankan pentingnya empati. Ini berarti pemimpin harus mampu mendengar sebelum berbicara, dan memahami situasi sebelum mengambil keputusan. Komunikasi yang efektif dan empati yang mendalam menjadi kunci sukses transformasi. Sementara itu, ‘A’ untuk Authentic, menyoroti esensi pemimpin sebagai teladan yang dapat dipercaya. "Kami sebagai role model harus menunjukkan integritas tinggi dan bisa menjadi contoh bagi tim," ujarnya, menegaskan pentingnya kepercayaan dalam memimpin perubahan menuju arah yang lebih baik.
Terakhir, ‘S’ atau Significant Impact, berarti seorang pemimpin harus mampu memberikan dampak positif yang signifikan, baik bagi perusahaan maupun lingkungan sekitarnya. Mengingat Pegadaian memiliki sejarah panjang dan pengalaman yang kaya, dampak ini diharapkan mampu mengukuhkan posisinya di tengah dinamika ekonomi yang terus berkembang.
Tribuana Tunggadewi sendiri bukanlah nama baru di kancah keuangan nasional. Ia memiliki rekam jejak karier yang panjang, termasuk pernah menjabat sebagai Direktur Compliance & Human Capital di PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) serta Direktur Kepatuhan & Risiko di PT Bank BNI Syariah. Lulusan Universitas Indonesia dan Universitas Airlangga ini, berkat dedikasi dan kegigihannya dalam memimpin Pegadaian, berhasil meraih penghargaan prestisius "Top Woman in Shaping Future Ready Organization" dari Top Woman Fest 2026 yang diselenggarakan oleh CNBC Indonesia. Dengan visi kepemimpinan yang kuat dan strategi yang adaptif, Pegadaian di bawah arahan Tribuana Tunggadewi siap menghadapi tantangan masa depan dan terus berinovasi, tidak hanya sebagai lembaga gadai, tetapi juga sebagai mitra investasi terpercaya.




Tinggalkan komentar