Lintaswarta.co.id Jakarta – Ketegangan antara China dan Jepang kembali memanas, mengancam hubungan politik dan ekonomi kedua negara. Beijing mengecam keras komentar Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, terkait Taiwan, dan memperingatkan akan mengambil tindakan tegas jika Tokyo tidak menarik pernyataannya.
Kementerian Perdagangan China menyatakan bahwa pernyataan Takaichi telah merusak fondasi hubungan China-Jepang dan mengancam kerja sama ekonomi bilateral. Takaichi sebelumnya menyatakan bahwa serangan hipotetis China terhadap Taiwan dapat memicu respons militer dari Jepang.
Lintaswarta.co.id Jurubicara Kementerian Perdagangan China, He Yongqian, menegaskan bahwa jika Jepang terus bertindak gegabah, China akan mengambil langkah yang diperlukan dan Jepang akan menanggung seluruh konsekuensinya.

Related Post
China merupakan pasar ekspor terbesar kedua bagi Jepang setelah Amerika Serikat. Jika China memutuskan untuk menutup akses pasar, Jepang akan sangat rentan.
Lintaswarta.co.id Amerika Serikat menyatakan siap membela Jepang dalam menghadapi tekanan dari China. Duta Besar AS untuk Jepang, George Glass, menyebut bahwa paksaan adalah kebiasaan yang sulit dihilangkan bagi Beijing.
Hubungan China dan Jepang sebelumnya sempat membaik, namun pernyataan Takaichi telah mengubah arah tersebut. Industri Jepang kembali cemas akan pembatasan baru.
Lintaswarta.co.id Analis menilai bahwa krisis ini tidak akan mudah diatasi. Tidak ada jalan keluar cepat kecuali Takaichi menarik komentarnya, yang dianggap sebagai bunuh diri politik. China juga tidak bisa dengan mudah mundur karena telah menaikkan level isu ini.









Tinggalkan komentar