Hampir Seribu Turis Terjebak Gempa Dahsyat NTT

Harimurti

Hampir Seribu Turis Terjebak Gempa Dahsyat NTT

lintaswarta.co.id melaporkan, sebanyak 986 wisatawan sempat mengalami penundaan perjalanan di Pulau Padar, Nusa Tenggara Timur (NTT), menyusul guncangan gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 yang melanda wilayah Mbay-Nagekeo pada Sabtu pagi. Insiden ini terjadi setelah otoritas mengeluarkan peringatan dini tsunami dan menghentikan sementara seluruh aktivitas pelayaran demi keselamatan.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengonfirmasi bahwa ratusan pelancong tersebut berhasil dipulangkan dengan selamat. Mereka tiba di Labuan Bajo setelah pihak pelabuhan mencabut larangan berlayar. Kemenparekraf, bekerja sama dengan Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF), menegaskan komitmen mereka dalam memprioritaskan keselamatan wisatawan di seluruh kawasan pariwisata Flores, Alor, Lembata, dan Bima pasca-gempa.

Hampir Seribu Turis Terjebak Gempa Dahsyat NTT
Sumber Istimewa : akcdn.detik.net.id

Tidak hanya di Pulau Padar, seluruh tamu hotel di Labuan Bajo juga sempat dievakuasi ke sejumlah titik aman, seperti kawasan Natas Parapuar dan Lapangan RSUD Komodo. Para tamu yang sebelumnya dipindahkan dari Meurorah Hotel ke Puncak Waringin juga telah kembali ke akomodasi masing-masing. Sementara itu, operasional penerbangan di Bandara Komodo berangsur normal dengan pembatasan setelah pemeriksaan teknis, dan aktivitas pelayaran laut kembali dibuka secara bertahap.

COLLABMEDIANET

Dampak gempa juga menyebabkan penghentian seluruh rangkaian Festival Golo Koe di Manggarai Barat, termasuk misa, konser, dan pameran UMKM, sebagai langkah preventif. Sejumlah fasilitas pariwisata turut terdampak, seperti Hotel Jayakarta di Manggarai Barat yang mengalami kerusakan struktural, meskipun seluruh tamu dan karyawan dilaporkan selamat dan telah dipindahkan. Hotel Papita Mbay di Nagekeo bahkan mengalami kerusakan parah, dan BPOLBF masih berkoordinasi untuk penanganan lebih lanjut.

Meski demikian, sebagian besar hotel di Labuan Bajo, seperti Ayana, Ta’aktana Marriott, dan lainnya, dilaporkan dalam kondisi aman dengan beberapa retakan ringan. Kerusakan minor juga terjadi pada beberapa restoran dan fasilitas pendukung pariwisata, termasuk ambruknya tembok papan nama kawasan Loh Liang di Pulau Komodo. Di beberapa wilayah Flores, gempa memicu longsor dan robohnya tiang listrik, mengganggu jalur utama seperti Labuan Bajo-Ruteng. Peringatan dini tsunami telah dicabut, namun masyarakat dan wisatawan diimbau untuk tetap tenang dan waspada terhadap potensi gempa susulan.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar