Iran Luluh! Jalur Minyak Dunia Terbuka, Kapal Ini Lewat!

Harimurti

Iran Luluh! Jalur Minyak Dunia Terbuka, Kapal Ini Lewat!

Lintaswarta.co.id melaporkan bahwa Selat Hormuz, jalur maritim krusial bagi perdagangan global, kini kembali dilalui oleh kapal-kapal dari beberapa negara setelah sempat ditutup. Kapal-kapal berbendera Oman, Prancis, dan Jepang menjadi yang pertama berhasil melintasi perairan strategis ini dalam beberapa hari terakhir, menandakan pelonggaran kebijakan Iran.

Penutupan Selat Hormuz, yang mengendalikan sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) dunia, dipicu oleh eskalasi ketegangan menyusul serangan udara Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari. Namun, Teheran kemudian mengumumkan bahwa mereka akan mengizinkan transit bagi kapal-kapal yang tidak terafiliasi dengan AS atau Israel, sebuah langkah yang dinilai sebagai upaya de-eskalasi.

Iran Luluh! Jalur Minyak Dunia Terbuka, Kapal Ini Lewat!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Data pelacakan kapal menunjukkan, sejak Kamis (2/4/2026), tiga kapal tanker yang dioperasikan oleh Oman, sebuah kapal kontainer milik raksasa pelayaran Prancis CMA CGM, serta sebuah kapal pengangkut gas milik Jepang berhasil melewati selat tersebut. Keberhasilan transit ini mengindikasikan bahwa Iran mulai menerapkan kebijakannya untuk memfasilitasi kapal-kapal yang dianggap memiliki hubungan baik.

COLLABMEDIANET

Pembukaan kembali Selat Hormuz sangat dinantikan oleh pasar minyak dan komoditas global, mengingat perannya yang vital. Sebelumnya, beberapa kapal tanker dan kontainer sempat berhasil menembus blokade dalam beberapa minggu terakhir, namun pergerakan tersebut kerap diikuti oleh periode stagnasi tanpa aktivitas pelayaran.

Menariknya, kapal kontainer CMA CGM Prancis melintas pada hari yang sama ketika Presiden Emmanuel Macron menegaskan bahwa solusi diplomatik, bukan intervensi militer, adalah kunci untuk membuka selat. Kapal tersebut bahkan secara proaktif mengubah status Sistem Identifikasi Otomatis (AIS) menjadi "Pemilik Perancis" sebelum memasuki wilayah perairan Iran, sebuah isyarat jelas mengenai identitas kebangsaannya.

Sementara itu, Tiongkok juga mengonfirmasi keberhasilan transit tiga kapalnya melalui Selat Hormuz setelah berkoordinasi dengan pihak terkait. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Mao Ning, pada Selasa (31/3/2026), menekankan pentingnya Selat Hormuz sebagai "jalur vital bagi perdagangan global dan pasokan energi." Ia menyerukan "gencatan senjata segera, penghentian pertempuran, dan pemulihan perdamaian serta stabilitas di kawasan Teluk."

Data MarineTraffic menunjukkan dua kapal kontainer Tiongkok berhasil melintasi Selat Hormuz pada Senin (30/3/2026), setelah upaya kedua mereka. Kapal-kapal ini dilaporkan berlayar dalam formasi rapat menuju perairan terbuka. Rebecca Gerdes, analis data dari Kpler yang memiliki MarineTraffic, mencatat bahwa ini adalah kapal kontainer pertama yang berhasil meninggalkan Teluk Persia sejak konflik dimulai, tidak termasuk kapal berbendera Iran. Namun, ada indikasi bahwa beberapa kapal mematikan transponder Sistem Identifikasi Otomatis (AIS) mereka selama penyeberangan, menyebabkan sinyal mereka menghilang dari pantauan data pelacakan kapal.

Selain itu, data dari MarineTraffic dan LSEG mengonfirmasi keberangkatan dua kapal tanker minyak mentah berukuran sangat besar dan satu kapal tanker LNG yang dioperasikan oleh Oman Shipping Management pada Kamis. Mitsui OSK Lines Jepang pada Jumat juga mengumumkan bahwa kapal tanker LNG mereka, Sohar LNG, telah berhasil melintasi selat, menjadikannya kapal pertama terkait Jepang dan kapal pengangkut LNG pertama yang melakukannya sejak konflik pecah.

Oman, yang sebelumnya berperan sebagai mediator dalam dialog antara Iran dan Amerika Serikat, sempat melayangkan kritik atas serangan udara yang diluncurkan saat proses negosiasi masih berjalan. Meski demikian, juru bicara Mitsui OSK Lines menolak memberikan detail mengenai waktu persis transit atau apakah negosiasi khusus diperlukan. Kementerian Perhubungan Jepang melaporkan, hingga Jumat pagi, setidaknya 45 kapal milik atau dioperasikan perusahaan Jepang masih tertahan di kawasan tersebut.

Data perkapalan juga mencatat kapal tanker LPG Green Sanvi, yang juga terafiliasi dengan Mitsui, berhasil meninggalkan Teluk melalui perairan teritorial Iran pada Jumat pagi. Kapal berbendera India ini secara spesifik mengisyaratkan tujuannya sebagai "Kapal India, awak kapal India." Tak hanya itu, kapal pengangkut gas berukuran sangat besar berbendera Panama, Danisa, juga melintasi rute serupa, dengan tujuan Tiongkok.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar