Terbongkar! Praktik Medis Ilegal Ancam Bintang K-Pop!

Harimurti

Terbongkar! Praktik Medis Ilegal Ancam Bintang K-Pop!

Lintaswarta.co.id – Skandal yang menyeret nama komedian ternama Korea Selatan, Park Na-rae, telah membuka tabir gelap praktik perawatan medis ilegal yang dikenal dengan fenomena "Tante Suntik". Kasus ini tidak hanya menyoroti pelanggaran hukum, tetapi juga memicu kekhawatiran luas mengenai kesehatan dan keselamatan para selebriti di Negeri Ginseng.

Bintang acara televisi populer "I Live Alone" itu, yang kini berusia 40 tahun, diduga kuat menerima serangkaian suntikan dan infus kecantikan, pemulih kelelahan, hingga antidepresan langsung di kediamannya. Perawatan kontroversial ini disebut-sebut diberikan oleh seorang individu yang dijuluki "tante suntik", seorang wanita yang tidak memiliki lisensi medis resmi.

Terbongkar! Praktik Medis Ilegal Ancam Bintang K-Pop!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Menurut laporan, wanita yang terlibat dalam kasus Park Na-rae ini mengaku pernah bekerja di rumah sakit, namun kini memberikan obat-obatan terlarang dengan imbalan uang. Dugaan lain menyebutkan adanya individu kedua yang merawat sang komedian, seorang wanita yang diklaim lulusan sekolah kedokteran di China, meskipun otoritas setempat belum dapat memverifikasi keberadaan institusi tersebut, seperti dicatat oleh JoongAng Daily.

COLLABMEDIANET

Mantan manajer Park Na-rae juga sempat mengklaim telah meminta seorang wanita untuk memberikan infus intravena dan antidepresan kepada artisnya di lokasi syuting. Padahal, kedua jenis perawatan tersebut hanya dapat diperoleh melalui resep dokter yang sah.

Menyikapi hal ini, Asosiasi Dokter Korea mendesak pemerintah untuk melakukan verifikasi ketat terhadap izin praktik medis individu-individu yang terlibat. Asosiasi tersebut juga mengindikasikan bahwa para perawat Park Na-rae diduga melakukan beberapa pelanggaran serius terhadap ketentuan hukum kedokteran, mulai dari memberikan perawatan tanpa izin, mengumpulkan resep untuk obat terlarang, hingga menerima resep atas nama orang lain.

Pihak Park Na-rae sendiri berdalih bahwa kunjungan dan perawatan medis di rumah diminta karena kesulitan untuk datang ke klinik secara langsung, dan mengklaim prosedur tersebut tidak menimbulkan masalah hukum. Namun, seorang pejabat Kementerian Kesehatan setempat menegaskan bahwa prosedur semacam itu dapat dianggap melanggar aturan pelayanan kesehatan. Perawatan medis, menurutnya, harus dilakukan di dalam lembaga medis resmi, kecuali dalam kasus darurat yang mendesak.

"Bahkan jika kunjungan dilakukan atas permintaan pasien, perlu diperiksa apakah praktik medis mematuhi prosedur secara hukum, seperti pembuatan rekam medis dan penerbitan resep. Jika prosedur tidak diikuti, mungkin ada pelanggaran," jelas pejabat tersebut, dikutip dari JoongAng Daily pada Sabtu (20/12/2025).

Fenomena "Tante Suntik" di Balik Gemerlap Industri Medis Korea Selatan

Korea Selatan dikenal luas sebagai pusat industri medis yang maju, menarik lebih dari 1,17 juta wisatawan medis tahun lalu. Budaya medis di negara ini menawarkan layanan yang cepat, terjangkau, dan mudah diakses. Obat untuk mengatasi mabuk, memulihkan kelelahan, hingga suntikan pencerahan kulit dapat dengan mudah ditemukan di klinik-klinik biasa, bahkan tanpa janji temu.

Namun, kemudahan akses ini justru menjadi celah bagi praktik-praktik ilegal, termasuk keberadaan "Tante Suntik" yang telah lama berakar dalam masyarakat Korea Selatan. Korea JoongAng Daily menyamakan peran "Tante Suntik" ini dengan karakter mendiang aktris Jeon Mi-Seon dalam film "Memories of Murder", yang memerankan seorang perawat pensiun yang memberikan suntikan kepada tetangganya di rumah sambil mendengarkan gosip.

Peran semacam ini, yang umumnya dilakukan oleh wanita berusia 50-60 tahun dengan pengalaman sebagai perawat atau asisten perawat, sempat umum pada tahun 1970-1980-an, meskipun mulai menurun sejak tahun 2000-an. Mereka menawarkan perawatan seperti suntikan atau obat-obatan secara ilegal di luar lembaga medis resmi.

Kasus "Tante Suntik" ini bukan kali pertama mencuat. Istilah ini pernah muncul dalam laporan mengenai mantan Presiden Korea Selatan, Park Geun-hye, yang juga memanggil seorang wanita untuk memberikan suntikan di Istana Kepresidenan. Wanita tersebut, yang mengaku pernah bekerja sebagai asisten perawat, kemudian dipanggil ke pengadilan pada April 2017 dan mengaku dibayar sekitar 100 ribu won (sekitar Rp 1,2 juta) setelah memberikan suntikan ke perut dan lengan Park Geun-hye.

Kasus Park Na-rae kini memicu spekulasi bahwa perawatan serupa juga didapatkan oleh banyak artis Korea Selatan lainnya. Hal ini diperkuat oleh ucapan sang komedian di masa lalu dan unggahan "Tante Suntik" di media sosial. Beberapa nama besar pun ikut terseret, termasuk Key, anggota grup SHINee, yang kemudian memutuskan mundur dari semua acara yang dibintanginya terkait masalah ini. Sementara itu, Onew SHINee dan penyanyi Jung-jae hyung secara tegas membantah keterlibatan mereka, menegaskan bahwa mereka hanya menerima perawatan di klinik berlisensi resmi.

Fenomena "Tante Suntik" ini menjadi pengingat pahit akan bahaya praktik medis ilegal yang mengintai di balik gemerlap industri hiburan dan kemajuan medis Korea Selatan, menuntut perhatian serius dari pemerintah dan kesadaran lebih tinggi dari masyarakat.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar